Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Pengunjung Curug Citambur Turun hingga 70 Persen

Terbit 20 Jun 2021 08:49 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Pengunjung Curug Citambur Turun hingga 70 Persen — Cianjur Update
TURUN: Tingkat kunjungan Curug Citambur turun hingga 70 persen. (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Sejak pandemi Covid-19 melanda, lokasi wisata Curug Citambur mengalami penurunan pengunjung secara drastis. Mengingat, pemerintah pun sudah memberlakukan sejumlah pembatasan dan aturan ketat.

Berada di Desa Karangjaya Kecamatan Pasirkuda ini mulai dikelola sebagai tempat wisata sejak 2005.

Seiring waktu, masyarakat pun mulai menganal air terjun ini, baik lokal maupun mancanegara.

Iklan sevilage

Humas Curug Citambur, Yanto mengungkapkan, masalah akses jalan menuju wisata air terjun setinggi 100 dan 30 meter ini masih menjadi hal yang harus mendapat perhatian dari pemerintah.

Baca Juga
Antisipasi Kebakaran Lagi, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup hingga Waktu yang Belum Tetap
Berita · Berita terkait

Sebab, jalan di area Kecamatan Pasirkuda sangat terjal dan berbatu sehingga cukup membahayakan para pengendara atau pengunjung yang datang.

“Hal yang paling kami permasalahkan itu adalah akses jalan. Bukan kami tidak memperhatikan, tapi di masa pandemi ini banyak sekali hambatan yang datang. Mungkin dengan tampil di media, semua pihak akan tahu seperti apa keinginan Curug Citambur,” ucapnya kepada Cianjur Update, Minggu (20/6/2021)

Selain itu, lanjutnya, pengunjung pun menurun hingga 70 persen. Alhasil, penghasilan pun berkurang drastis.

Baca Juga
Cemburu, Pria di Cianjur Diduga Rencanakan Pembunuhan Istri Siri, Korban Dipukul 4 Kali hingga Tewas
Berita · Berita terkait

“Sebelum pandemi, sekitar 70 tiket bisa laku terjual, bahkan Curug Citambur ini sudah Go Internasional hingga ke Jerman dan Perancis. Tapi setelah pandemi, langsung 70 persen hilang,” paparnya.

Ia mengatakan, saat ini paling hanya ada sekitar 15 tiket terjual saat weekday dan sekitar 100 tiket pada saat weekend. Namun, karena terus turun, penghasilan dan biaya operasional di sana pun hilang.

“Biaya perawatan, kebersihan, kesejahteraan pengelola juga hilang,” ujarnya.

Curug Citambur sambungnya, sebenarnya sudah membuka lapangan usaha untuk masyarakat berupa kios dagang yang bekerja sama dengan pihak ketiga.

Baca Juga
Mencari Makan hingga ke Jalan Raya, Seekor Lutung Tertabrak Truk di Ciranjang
Berita · Berita terkait

“Kios sudah berjalan kurang lebih 10 bulan, namun bukan milik pribadi tapi ada pengelola lagi dan sistemnya sharing per bulan,” ungkapnya.

Berbagai fasilitas pun sudah banyak pembaharuan yang semakin pesat. Termasuk wahana yang kini berjumlah kurang lebih 20 wahana. Mulai dari sepeda tali, rumah The Hobbit, dan lain sebagainya.

“Harapannya, mudah-mudahan semua pihak mendukung kemauan Curug Citambur. Karena curug ini merupakan pendongkrak ekonomi masyarakat Pasirkuda dan Cianjur pada umumnya,”tandas dia.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{