Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Penemuan Mayat di Warujajar Cianjur, Kakak Beradik Tergeletak di Ruko, Seperti Ini Ceritanya

Terbit 5 Mar 2021 10:43 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Penemuan Mayat di Warujajar Cianjur, Kakak Beradik Tergeletak di Ruko, Seperti Ini Ceritanya — Cianjur Update

, Cianjur – Penemuan mayat di Warujajar Cianjur menggemparkan warga, Jumat 5 Maret 2020. Mayat yang diketahui merupakan kakak beradik itu ditemukan di dalam sebuah ruko di Jalan KH Hasyim Ashmyarie, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, Mayat ditemukan sudah tinggal tulang dan kulit.

Menurut saksi, Ahmad Zein (43), penemuan mayat di Warujajar Cianjur pada Jumat 5 Maret 2020 bermula itu ketika ia akan memperbaiki saluran air di ruko tersebut. Selain itu, pihak keluarga korban yang berasal dari Bekasi pun tidak bisa menghubungi korban.

“Akhirnya pihak keluarga pun meminta untuk membongkar pintu ruko tersenut,” ujar dia kepada , Jumat (5/3/2021).

Baca Juga
Sejumlah Massa Sweeping Kafe dan THM di Cianjur, Soroti Miras dan Dugaan Aktivitas LGBT
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Ketika memasuki ruko, ia mendapati mayat pertama berjenis kelamin laki-laki di ruang kedua setelah kamar. Mayat tersebut tergeletak dengan posisi miring di bawah kursi.

“Sementara mayat kedua perempuan ditemukan terlentang di ruangan ketiga,” jelas dia.

Ia mengatakan, dua mayat tersebut merupakan warga keturunan tionghoa yang sudah lanjut usia (lansia). Ahmad mengira, usianya berkisar antara 60-70 tahun dan sudah tinggal di bangunan bekas warung itu 10 tahun.

Baca Juga
Chaeronsyah Pimpin IJTI Cianjur, Siap Bangun Jurnalis Kredibel
Berita · Berita terkait

“Kalau lihat kondisi mayatnya sudah sekitar dua atau tiga bulan di dalam situ. Karena saya liat koran di sana tertanggal bulan Desember,” kata dia.

Ia mengaku selalu bertemu dengan kedua korban. Korban laki-laki kerap disapa Tete oleh warga sementara korban perempuan disapa Asiong.

“Tiap subuh suka ketemu, tapi jarang bersapa. Sempat lima hari gak keliatan, saya kira pergi ke keluarganya di Bekasi,” tandasnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{