Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Pemerintahan Prabowo Siapkan Rp 3.600 Triliun, Rp 1.350 Triliun untuk Bayar Utang

Terbit 26 Sep 2024 07:46 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Pemerintahan Prabowo Siapkan Rp 3.600 Triliun, Rp 1.350 Triliun untuk Bayar Utang — Cianjur Update
Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo sekaligus ekonom senior INDEF, Dradjad Hari Wibowo. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM – Pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan mengalokasikan sekitar 37,58% atau sekitar Rp 1.350 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk membayar utang yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo sekaligus ekonom senior INDEF, Dradjad Hari Wibowo dalam acara UOB Economic Outlook 2025 di Jakarta.

Total anggaran belanja negara yang disepakati bersama DPR untuk 2025 adalah sebesar Rp 3.621,3 triliun.

Iklan sevilage

Dari jumlah tersebut, Rp 1.353,2 triliun akan digunakan untuk pembayaran utang, yang terdiri dari cicilan pokok Rp 800,3 triliun dan bunga utang sebesar Rp 552,9 triliun.

Cicilan pokok utang ini mencakup pembayaran Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 705,5 triliun dan utang non-SBN senilai Rp 94,8 triliun.

Baca Juga
Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Cianjur Perkuat Kesiapan Tim untuk Hadirkan Pelayanan Terbaik
Berita · Berita terkait

Sementara itu, pembayaran bunga utang terdiri dari bunga utang dalam negeri Rp 497,6 triliun dan bunga utang luar negeri Rp 55,2 triliun.

Dradjad juga menjelaskan bahwa hampir 50% dari total pendapatan negara yang diperkirakan mencapai Rp 3.005,1 triliun dalam APBN 2025 akan habis hanya untuk pembayaran utang tersebut.

“Dari pendapatan negara Rp 3.000 triliun, lebih dari Rp 1.300 triliun habis untuk pembayaran utang. Ini membuat ruang fiskal yang kita miliki sangat terbatas,” ujar Dradjad dilansir CNBC Kamis (26/9/2024).

Situasi ini, menurut Dradjad, menjadi salah satu alasan utama mengapa pemerintahan Prabowo berencana untuk membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) atau Kementerian Penerimaan Negara.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan penerimaan negara dari sumber-sumber baru yang belum tergarap maksimal.

Baca Juga
Bupati Cianjur Janji Kawal Pengajuan Bantuan Rp112 Miliar untuk Penyintas Pergeseran Tanah
Berita · Berita terkait

“Kunci dari solusi ini adalah reformasi penerimaan negara dan perpajakan. Namun, peningkatan pajak yang hanya mengejar sumber yang sudah ada akan berakibat kontra produktif bagi perekonomian,” tambahnya.

Dradjad menekankan pentingnya BPN mengejar potensi penerimaan dari untapped revenue dan uncollected revenue, bukan dengan menaikkan tarif pajak yang ada.

“BPN harus fokus pada dua sumber pendapatan cepat yang belum dimanfaatkan sepenuhnya, yaitu pendapatan yang belum tergarap dan belum tertagih,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kebutuhan dana untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029 sangat besar, dengan proyeksi belanja negara mencapai Rp 6.096,88 triliun.

Berdasarkan simulasi, APBN 2025 sendiri sudah kekurangan sekitar Rp 300 triliun untuk mencapai target pertumbuhan 5,9%.

Baca Juga
Lutung Jawa Diduga Tertabrak di Ciranjang, Polres Cianjur Serahkan ke BKSDA Jabar untuk Rehabilitasi
Berita · Berita terkait

Burhanuddin Abdullah, salah satu Dewan Penasihat Presiden Terpilih Prabowo, juga menambahkan bahwa meskipun total belanja negara mencapai Rp 3.600 triliun, sekitar Rp 1.000 triliun harus dialokasikan untuk pembayaran utang, sementara Rp 1.400 triliun lainnya dikirimkan ke daerah.

Dengan demikian, pemerintahan pusat hanya memiliki anggaran sekitar Rp 1.100-1.200 triliun yang dinilai tidak cukup besar untuk mendorong pembangunan signifikan.

Burhanuddin menekankan bahwa salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo-Gibran adalah pembangunan infrastruktur, seperti bandara, pelabuhan, dan jalan.

“Kita membutuhkan pelabuhan yang lebih modern untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan sektor lain akan difokuskan pada keterlibatan sektor swasta untuk mendorong perekonomian nasional tumbuh lebih cepat.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{