Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

Miris! Usai Ruang Kelas Rusak dan Ambruk, Siswa di 2 SD Pelosok Cianjur Belajar Beratapkan Terpal

Terbit 14 May 2024 07:08 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
Miris! Usai Ruang Kelas Rusak dan Ambruk, Siswa di 2 SD Pelosok Cianjur Belajar Beratapkan Terpal — Cianjur Update
Siswa SDN Ciawitali mengikuti ujian akhir di tenda beratapkan terpal usai ruang kelas ambruk. (Foto: Rendi Irawan/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM – Puluhan anak di dua Sekolah Dasar Negeri di Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur terpaksa belajar di bawah terpal karena ruang kelas rusak.

Sekolah tempat para siswa itu belajar yakni SDN Ciawitali dan SDN Budisetra yang lokasinya berada di pelosok Cianjur, sekitar 158 kilometer dari pusat kota Cianjur dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan.

Akses menuju kedua sekolah itupun begitu ekstrem dengan jalan penuh bebatuan dan terjal. Untuk sampai ke SDN Ciawitali terdapat beberapa tanjakan yang dipenuhi rumput liar.

Iklan sevilage

Bahkan jika ingin menuju SDN Budisetra harus melalui jalanan menanjak dari batu cadas yang licin.

Jalur ekstrem itu yang setiap harinya dilalui para siswa untuk bersekolah. Tanpa menggunakan kendaraan, para siswa ini berjalan kaki dari rumah menuju sekolah menyusuri jalan yang dikelilingi hutan serta lereng gunung.

Tidak hanya jalurnya yang ekstrem, pantauan CianjurUpdate di lapangan, bangunan dua SD Negeri di pelosok Cianjur itu jauh memprihatinkan.

Baca Juga
Terangi Negeri dengan Semangat Pancasila, PLN UP3 Cianjur Hadirkan Listrik bagi Pesantren Nurul Hikmah
Pendidikan · Berita terkait

SDN Ciawitali yang semula memiliki empat ruang kelas, kini hanya tersisa satu bangunan kecil berukuran sekitar 4×5 meter dengan kondisi yang sudah tidak layak huni.

Sedangkan untuk tiga ruang kelas lainnya sudah hancur, rata dengan tanah. Sekolah yang didirikan sejak 1979, dan belum pernah direnovasi membuat struktur bangunan tak lagi mampu bertahan.

Ruangan kelas terakhir yang sempat digunakan siswa belajar pun ambruk dan rusak pada dua pekan lalu. Beruntung ambruknya bangunan tejadi di saat seluruh siswa sudah pulang kegiatan pembelajaran.

Kondisi yang tak kalah memprihatinkan juga terlihat di SDN Budisetra, dimana tiga ruang kelas Sudak rusak parah dan dinding kelas jebol serta atap bangunan pun sebagian ikut ambruk.

Sementara, kayu penyangga atap sekolah yang didirikan pada 1992 itu pun sudah patah dan sewaktu-waktu dapat ambruk.

Dinding ruang kelas juga Sudak terak dan bolong. Yang lebih memprihatinkan, lantai kelas bukan lagi keramik, tetapi berupa tanah.

Baca Juga
Pelepasan Peserta Didik PKBM Sarbini Berlangsung Meriah, 132 Siswa Resmi Lulus
Pendidikan · Berita terkait

Akibatnya, sejak pekan lalu siswa di dua sekolah ini terpaksa harus belajar di bawah tenda darurat.

Siswa SDN Ciawitali belajar di bawah terpal di tengah reruntuhan kelas sedangkan siswa SDN Budisetra belajar di bawah tenda terpal yang dibangun di tengah lapang.

Kepala SDN Budisetra dan Ciwawitali, Suherman mengatakan, kedua sekolah tersebut memang sudah rusak parah dan belum mendapat perbaikan.

“Dari dulu belum ada perbaikan. Kalau SDN Budisetra bangunannya retak sehingga sudah tidak memungkinkan untuk belajar. Kalau SDN Ciawitali memang bangunannya sudah ambruk seluruhnya,” ucap dia saat ditemui di sekolah SD Ciawitali, Selasa (14/5/2024)

Menurutnya, dengan kondisi bangunan tersebut guru dan orangtua berinisiatif membuat tenda darurat dari terpal.

“Daripada siswa tidak bisa belajar, dibuat terpal ini. Apalagi kan kelas 6 sedang ujian akhir semester, jadinya kita dirikan tenda sementara,” ujarnya.

Baca Juga
Taklim Akbar Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Empat Ulama Internasional di Cianjur
Pendidikan · Berita terkait

Bahkan, pejabat pendidikan yang membawahi dua sekolah ini terpaksa kredit terpal untuk para siswa belajar.

“Terpal ini saya beli dengan cara kredit. Dibayar per bulan selama tiga bulan. Karena memang tidak ada anggarannya,” kata Suherman.

Suherman mengaku, dirinya sudah sering mengajukan perbaikan dan pembangunan ulang sekolah, namun belum ada kabar akan dibangun.

“Kalau mengajukan sudah sering. Tapi masih menunggu kabar apakah masuk anggarannya atau belum. Minimalnya dua ruang kelas agar siswa bisa belajar. Karena siswanya juga tidak banyak, untuk SDN Budisetra hanya 37 siswa dan SDN Ciawitali hanya 27 siswa,” tuturnya.

Sementara itu, Guru SDN Budisetra, Usman menuturkan, keberadaan sekolah tersebut sangat dibutuhkan. Sebab dengan adanya sekolah tersebut tidak ada anak yang putus sekolah.

“Kalau tidak ada sekolah ini akan banyak anak yang putus sekolah. Sekolah ini sangat vital dan memberantas buta huruf di pelosok. Kami harap segera diperbaiki bangunannya agar anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman dan tidak panas seperti saat ini tenda terpal,” kata dia.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{