Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Minim Sosialisasi, PSBB Hari Pertama di Cianjur Dibanjiri Kerumunan Masa

Terbit 6 May 2020 08:47 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Minim Sosialisasi, PSBB Hari Pertama di Cianjur Dibanjiri Kerumunan Masa — Cianjur Update
Sejumlah masyarakat memadati Bomero Citywalk di hari pertama PSBB di Kabupaten Cianjur, Rabu (06/05/2020)| Foto: Afsal Muhammad

, Cianjur – Kerumunan masa tampak terjadi pada beberapa fasilitas umum seperti pasar dan toko-toko di hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cianjur Rabu (06/05/2020). Hal ini diduga lantaran minim nya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) mengenai PSBB.

Pada hari pertama ini, terpantau masih banyak masyarakat yang belum mematuhi aturan saat PSBB diberlakukan. Misalnya dalam berkendara, dan menjauhi kerumunan. Saat ini PSBB di Cianjur sendiri dilakukan secara parsial, dan diketahui ada 12 check point dalam PSBB di Cianjur.

Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Warsito mengatakan, ada empat pos check point utama dalam PSBB di Cianjur. Yakni, perbatasan Sukabumi, Bogor, Jonggol-Purwakakarta, dan Rest Area Citarum.

Iklan sevilage

“Kemudian ada delapan check point di Cibeber untuk mengantisipasi dari Cianjur Selatan dan perbatasan-perbatasan Kabupaten Bandung, Garut dan Sukabumi,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (06/05/2020).

Baca Juga
KDM Tanggapi Tawuran Pelajar di Cilaku Cianjur, Siapkan Pembinaan Barak Militer
Berita · Berita terkait

Ia pun mengungkapkan, jika ada kendaraan dari luar daerah yang ingin masuk ke Cianjur, akan dilihat dulu isinya. Jika bukan warga Cianjur, akan diperintahkan untuk putar balik.

“Kalau memang warga Cianjur terutama untuk kegiatan perkantoran ataupun kegiatan lain yang diizinkan pemerintah kami bolehkan dan kami akan periksa. Apalagi digunakan penumpang mudik tentunya akan dilakukan pemeriksakan. Kita bawa puskesmas terdekat. Kalau ada indikasi nanti ada penanganan. Kalau tidak ada indikasi diarahkan isolasi mandiri 14 hari,” kata dia.

Warsito pun menyebut di PSBB Cianjur hari pertama ini kesadaran masyarakat belum terlihat. Suasana antara PSBB dan tidak pun belum terasa.

Baca Juga
Perkuat Kemitraan Antar Koperasi, Dekopinda Cianjur Temu Bisnis Pengusaha dan Lembaga Keuangan
Berita · Berita terkait

“Kalau kita lihat kayaknya belum ada antara PSBB dengan tidak masih sama di sini dengan terpaksa harus turun ke lapangan karena tingkat kesadaran masih kurang dengan alasan cari nafkah, perkantoran dan lain-lain,” ucap dia.

Ia pun berharap masyarakat bisa mematuhi aturan PSBB. “Kami harap masyarakat mematuhi aturan main protkoler Covid-19 dan PSBB di Jawa Barat dan Cianjur.” Jelasnya

Sementara itu di lain pihak, Pentolan Cianjur People Movement atau CEPOT, Ahmad Anwar menilai, hal ini bisa terjadi di Cianjur lantaran minimnya sosialisasi PSBB Parsial kepada masyarakat oleh Pemda Cianjur

Baca Juga
Soal Konflik Antarpelajar di Cianjur, Pemda Dorong Kolaborasi Semua Lini
Berita · Berita terkait

“Seharusnya sosialisasi dilakukan secara efektif dan menyeluruh. Jangan hanya nebeng pamplet di medsos Humas saja. Melainkan diumumkan juga di media massa,” bebernya.(afs)

Penulis : Afsal Muhamad

Editor : Rizky Fadillah

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{