Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Menkes Sebut Ada Varian Covid-19 Baru Bernama AY.4.2, Apa Lagi Itu?

Terbit 2 Nov 2021 07:52 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Menkes Sebut Ada Varian Covid-19 Baru Bernama AY.4.2, Apa Lagi Itu? — Cianjur Update
BARU: Indonesia terus mewaspadai varian baru Covid-19 bernama AY.4.2. (Foto: Ilustrasi)

CIANJURUPDATE.COM, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin meminta pada seluruh masyarakat Indonesia untuk mewaspadai hadirnya varian Covid-19 terbaru bernama AY.4.2.

Ia menjelaskan, varian AY.4.2 merupakan varian turunan dari varian Delta. Virus tersebut muncul di Inggris dan mengakibatkan lonjakan kasus positif yang tinggi sejak Juli sampai Oktober 2021.

“Kami sudah lihat bahwa di Inggris ada satu varian yang berpotensi mengkhawatirkan, yaitu AY.4.2 yang belum masuk di Indonesia. Sekarang, terus kami monitor perkembangannya seperti apa,” ujar Budi melansir laman Kominfo, Selasa (2/11/2021).

Iklan sevilage

“Kami juga melihat bahwa beberapa negara di Eropa memang kasusnya meningkat terus,” imbuhnya.

Ancaman Lonjakan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Selain waspada terhadap ancaman Covid-19 varian AY.4.2, Pemerintah juga terus fokus mencegah peningkatan kasus Covid-19 yang berpotensi terjadi pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 mendatang.

“Arahan Pak Presiden agar dipastikan jangan sampai di acara atau di waktu Nataru (Natal dan Tahun Baru) terjadi lonjakan gelombang berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga
Sebut Penyegaran Roda Birokrasi, Bupati Wahyu Rotasi 19 Pejabat Pasca Helaran Cianjur
Berita · Berita terkait

Pengendalian Covid-19 di saat Natal dan Tahun Baru akan sangat mempengaruhi penyelenggaraan berbagai acara besar di Indonesia.

Menkes juga menjelaskan, seluruh kabupaten dan kota di Indonesia selalu dalam pantauan dalam kurun waktu empat minggu terakhir.

Kasus positif di Indonesia turun sejak Juli 2021 dan terakhir ada 105 kabupaten/kota dari 30 provinsi telah menunjukkan peningkatan kasus dalam dua minggu terakhir.

Meski begitu, hasil pemantauan menunjukkan situasi pandemi masih berada di level yang terkendali dan dalam batas aman yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Pemerintah terus berhati-hati dan tetap waspada dengan mencoba mengantisipasi kenaikan kasus di 105 kabupaten/kota ini agar tetap terkontrol.

Menkes memastikan, pelacakan (tracing) dan pengetesan (testing) akan terus dilakukan.

Baca Juga
Antisipasi Kebakaran Lagi, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup hingga Waktu yang Belum Tetap
Berita · Berita terkait

“Kami akan memastikan bahwa semua kontak erat harus dilakukan testing karena di situlah risiko terbesar dari penyebaran. Selain kasus konfirmasi, seluruh kontak erat harus dilakukan testingnya.”

“Jadi protokol 3T-nya harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus memastikan percepatan program vaksinasi nasional, terutama bagi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) yang memiliki risiko tinggi jika terpapar Covid-19.

Seperti Apa Karakteristik Covid-19 Varian AY.4.2?

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (28/10/2021) dalam agenda keterangan pers di Graha BNPB.

Varian ini bukanlah varian baru dan penelitian terkait varian ini masih berlangsung, sehingga masyarakat tidak perlu panik. 

Covid-19 varian AY.4.2 adalah varian Delta yang mengalami perubahan atau mutasi tambahan. Bahkan, varian A.Y ini memiliki beberapa jenis yaitu dari AY.1 hingga AY.28.

Baca Juga
Polres Cianjur Amankan 4 Pemuda Diduga Hendak Balap Liar di Jalan Baru Cianjur-Jonggol
Berita · Berita terkait

Wiku menegaskan, saat ini belum bisa diambil kesimpulan terkait karakteristik khusus yang dimiliki varian tersebut.

“Oleh karena itu, kita belum bisa mengetahui apakah berbagai jenis varian Delta ini memiliki karakteristik khusus yang dapat mempengaruhi laju penularan, keparahan gejala, maupun vaksinasi karena studi terkait hal tersebut masih berlangsung,” tegasnya.

Pemerintah hingga kini memaksimalkan strategi yang sudah ditetapkan, yaitu:

  1. Karantina perjalanan
  2. Melakukan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak)
  3. Menerapkan 3T (Tracing, Testing, Treatment)
  4. Menggencarkan vaksinasi nasional

Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan masuknya semua jenis varian Covid-19 yang baru, sekaligus meminimalisir pembentukan mutasi baru di dalam negeri.(sis)

Sumber: Kominfo.go.id dan Kanal YouTube Sekretariat Presiden

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{