Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Lahan Kekeringan, Dinas Pertanian Imbau Petani Tanam Palawija

Terbit 31 Aug 2019 00:30 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Lahan Kekeringan, Dinas Pertanian Imbau Petani Tanam Palawija — Cianjur Update
Sejumlah masyarakat sedang melintasi sawah yang kering. (Foto: M Reza Fauzie)

– Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura (Disperta) Kabupaten Cianjur mengimbau para petani untuk menanam palawija sebagai tanaman pangan lain. Sebab, banyaknya lahan yang puso menyebabkan petani rugi besar. Selain itu, puso atau gagal panen dapat membuat produksi tanaman pangan padi menurun.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan Disperta Cianjur, Henny Iriani Winata, mengatakan palawija pun merupakan tanamanan pangan. Kenapa harus palawija? Sebab sawah tidak mungkin untuk ditanami padi kalau kekurangan air.

“Maka dari itu kita beralih ke palawija. Palawija pun termasuk pangan,” katanya saat diwawancara, Jumat (30/8/2019).

Iklan sevilage

Ia mengungkapkan, tanaman pangan pun tidak hanya palawija saja. Menurutnya, segala komoditi yang dapat dikonsumsi merupakan pangan.

Baca Juga
Pedagang Cihaur Gugat Pengosongan Lahan KDMP, Sidang Perdana Ditunda
Berita · Berita terkait

“Segala jenis komoditi yang bisa dimakan ke mulut itu disebut pakan. Bukan terbatas pada padi saja. Singkong, ubi kayu, kedelai, ikan, kopi, Itu juga disebut pangan,” tuturnya.

Henny mengatakan saat padi sedang berkurang, masyarakat dapat memakan bahan pangan lain. Selain itu, ia lebih mengharapkan palawija saat kemarau agar lahan yang ada tidak terbengkalai.

“Kalau sekarang padinya minim, tapi bisa makan singkong. Sama saja karena sama-sama karbohidrat. Malah kami mengharapkan ke palawija atau kedelai. Kalau ada lahan tapi tidak dimanfaatkan, mending tanam aja yang tahan air,” ujarnya.

Baca Juga
Dipicu Pembakaran Sampah, Lahan Alang-Alang di Pinggir Jalan Raya Cipanas Hangus Terbakar
Berita · Berita terkait

Heny juga menjelaskan kriteria pangan yang dikonsumsi masyarakat pun harus sesuai standar kesehatan dan B2SA (Beragam, Bergizi Sehat dan Aman).

“Pangannya yang gimana dulu? Yang sehat yang sesuai dengan B2SA, beragam, bergizi, sehat, dan aman.” pungkasnya.(ct2)

Reporter : Elga Nurani
Editor : M Reza Fauzie

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{