Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Komunikasi Buruk, Koalisi Sugih Mukti Terpecah, Kesepakatan Meruntuhkan Petahana di Pilkada Cianjur 2024 Buyar

Terbit 28 Aug 2024 11:29 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Komunikasi Buruk, Koalisi Sugih Mukti Terpecah, Kesepakatan Meruntuhkan Petahana di Pilkada Cianjur 2024 Buyar — Cianjur Update
Saat penandatanganan Deklarasi "Koalisi Sugih Mukti" jelang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang berlangsung di Aula Pendopo Tumaritis, Cianjur, pada Jum'at 21 Juni 2024. (Foto: Dadan Suherman/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM – Koalisi Sugih Mukti yang awalnya kuat kini terpecah, setelah dua partai politik di dalamnya memutuskan untuk mengusung pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang berbeda dalam Pilkada Cianjur 2024.

Koalisi ini awalnya terdiri dari empat partai, yaitu Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Namun, kesepakatan mereka untuk menghadapi pasangan petahana Herman-Ibang kini runtuh, mengakibatkan pembentukan koalisi baru dengan pasangan calon yang berbeda.

Iklan sevilage

Partai Golkar dan PKS memilih untuk mendukung pasangan Deden Nasihin dan dr. Neneng Efa Fatimah sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati.

Baca Juga
Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Ketenagalistrikan, PLN Cianjur Edukasi Warga tentang Penggunaan Listrik yang Aman
Berita · Berita terkait

Sementara itu, Partai Gerindra dan Partai Nasdem mendukung pasangan dr. Muhammad Wahyu dan artis serta presenter Ramzi.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, TB Mulyana, mengakui bahwa koalisi Sugih Mukti sudah pecah dan bubar karena setiap partai kini mengusung calon yang berbeda.

“Ini realitasnya, koalisi Sugih Mukti sudah pecah dan bubar,” ujarnya di Cianjur, Rabu (28/8/2024).

Mulyana menambahkan bahwa Partai Golkar dan PKS, bersama dengan Partai Perindo yang juga bergabung, telah membentuk koalisi baru bernama Koalisi Berkah.

Baca Juga
Lutung Jawa Diduga Tertabrak di Ciranjang, Polres Cianjur Serahkan ke BKSDA Jabar untuk Rehabilitasi
Berita · Berita terkait

“Nama Sugih Mukti memang milik empat parpol, tapi kami sekarang memiliki Koalisi Berkah sebagai nama baru. Namun, tujuan dari koalisi kami tetap sama dengan Sugih Mukti,” jelasnya.

Di sisi lain, Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur, Rustam Effendi, menyatakan bahwa perpecahan dalam koalisi Sugih Mukti terjadi karena munculnya pasangan calon tanpa adanya komunikasi sebelumnya dengan partai-partai koalisi.

“Awalnya, kami sepakat untuk mengusung satu calon dari masing-masing partai. Namun, tiba-tiba muncul pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tanpa komunikasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Rustam menegaskan bahwa bukan Partai Nasdem dan Gerindra yang keluar dari koalisi, melainkan koalisi tersebut yang pecah dengan sendirinya.

Baca Juga
Pasien Panik, Babi Hutan Masuk Puskesmas Campaka Cianjur
Berita · Berita terkait

“Bukan kami yang keluar, tapi koalisi yang pecah dengan sendirinya. Itu yang lebih tepat,” tegasnya.

Meski demikian, Rustam melihat sisi positif dari perpecahan ini, dengan memberikan pilihan baru kepada warga Cianjur pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024.

“Kami memberikan peluang kepada warga untuk menilai pasangan calon yang ada saat ini. Sehingga mereka dapat memilih sosok yang paling cocok, dicintai, dan menyayangi warga Cianjur,” tambahnya.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{