Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

Klaster Sekolah Masih Mengintai, PTM Terbatas Tidak Akan Dilakukan Secara Serentak

Terbit 9 Jun 2021 05:15 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Klaster Sekolah Masih Mengintai, PTM Terbatas Tidak Akan Dilakukan Secara Serentak — Cianjur Update
PTM: Kemendikbudristek menegaskan bahwa PTM terbatas tidak akan dilakukan secara serentak se-Indonesia. (Foto: Internet)

CIANJURUPDATE.COM, Jakarta – Target Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas akan tetap dilaksanakan semua tingkatan sekolah pada Juli 2021 mendatang.

Namun demikian, Kemendikbudristek menegaskan, bahwa pembukaan sekolah  tersebut tidak akan dilakukan secara serentak se-Indonesia.

Pasalnya, klaster sekolah penyebaran Covid-19 masih mengintai dan bisa membludak kapan saja.

Iklan sevilage

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri menjelaskan, target vaksinasi guru dan tendik, bukan satu-satunya persyaratan untuk membuka sekolah.

Tetapi, lanjutnya, ada syarat lain seperti kesiapan sarana dan prasarana untuk protokol kesehatan, serta kesiapan warga sekolah menerapkan budaya baru di sekolah.

Baca Juga
Terangi Negeri dengan Semangat Pancasila, PLN UP3 Cianjur Hadirkan Listrik bagi Pesantren Nurul Hikmah
Pendidikan · Berita terkait

“Masyarakat masih menilai PTM terbatas itu akan serentak, formal, semua murid berbondong-bondong datang ke sekolah bawa tas. Belajar semua di sekolah, (bukan seperti itu),” kata Jumeri dalam jumpa pers virtual, Selasa (8/6/2021).

Jumeri menegaskan, bahwa PTM terbatas hanya membuka sekolah maksimal 50 persen dari kapasitas biasanya, waktu belajar juga batas. Sekolah pun tidak harus buka setiap hari, sehingga sekolah wajib memberikan opsi pembelajaran hybrid (offline-online).

“Jadi tidak harus semua pelajaran dijejalkan kepada peserta didik. Karena akibatnya anak itu bahasanya bisa blenger. Terlalu banyak materi,” ucapnya.

“Nah bagi ortu yang belum mantap, belum sreg untuk mengirim putra-putrinya ke sekolah boleh mengajukan tetap belajar di rumah,” sambungnya.

Semua daftar periksa itu sudah pemerintah atur lewat Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang pembukaan sekolah di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga
Pelepasan Peserta Didik PKBM Sarbini Berlangsung Meriah, 132 Siswa Resmi Lulus
Pendidikan · Berita terkait

Jumeri juga menilai, maksud Presiden Jokowi soal PTM terbatas kemarin hanya perumpamaan saja. Bahwa misalnya, sekolah hanya boleh tatap muka dua hari sepekan saja dan tidak lebih dari dua jam.

“Pak Presiden itu memberi contoh, memberi perumpamaan. Tadi saya sebutkan bahwa sesuai SKB, kita menetapkan maksimal adalah 50 persen dari kapasitas kelas. Tapi Pak Presiden memberi arahan 25 persen, saya kira itu bersifat dinamis. PTM terbatas juga sangat tergantung situasi pandemi di sebuah wilayah,” terangnya.

Apa Penyebab Klaster Sekolah?

Jumeri pun mengungkapkan, banyaknya klaster Covid-19 di sekolah akibat penerapan protokol kesehatan yang tidak maksimal.

“Klaster sekolah umumnya terjadi karena tidak disiplinnya guru maupun warga sekolah dalam menaati SOP PTM terbatas. Salah satunya ada yang baru bepergian keluar daerah, tidak usah masuk sekolah dahulu sampai betul-betul sehat,” bebernya.

Dia juga menyebut, penyebab lain terjadinya klaster sekolah adalah karena guru takut tidak mendapat tunjangan kinerjanya, jika tidak mengajar ke sekolah meski ada gejala Covid-19.

Baca Juga
Taklim Akbar Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Empat Ulama Internasional di Cianjur
Pendidikan · Berita terkait

“Kejadian-kejadian yang terjadi di sekolah-sekolah itu karena mengabaikan proses. Takut tidak dapat tunjangan kinerja atau tukin, sehingga dia memaksakan diri masuk sekolah, inilah yang sering terjadi,” ungkapnya.

Jumeri meminta kepala sekolah dan dinas pendidikan di daerah untuk menegaskan para guru dan tenaga kependidikan untuk patuh dengan aturan agar tidak menyebabkan klaster sekolah.

Sebelumnya, klaster sekolah kembali terjadi. Kali ini sebanyak 38 guru dan tendik positif Covid-19 di SMAN 4 Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sekolah pun langsung lockdown.(sis)

Sumber: Suara.com

https://www.suara.com/news/2021/06/09/071401/kemendikbudristek-pembukaan-sekolah-pada-juli-tidak-dilakukan-serentak

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{