Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

Kericuhan Warnai Rapat Paripurna DPRD Cianjur, Saat Mahasiswa Bentangkan Spanduk "Keluarga Sanusi"

Terbit 21 Apr 2026 06:12 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Kericuhan Warnai Rapat Paripurna DPRD Cianjur, Saat Mahasiswa Bentangkan Spanduk "Keluarga Sanusi" — Cianjur Update
Tangkapan dalam video Cianjur Update, saat detik-detik terjadinya kericuhan di lantai atas gedung DPRD Cianjur, saat rapat Paripurna pada Selasa 21 April 2026. Video: Fauzi/ Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Cianjur yang digelar pada Senin (20/4/2026) di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Cianjur diwarnai aksi protes dari mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Cianjur dan dihadiri oleh para Wakil Ketua, anggota DPRD, Bupati Cianjur, serta perwakilan perangkat daerah terkait.

Agenda rapat membahas sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), termasuk di antaranya terkait Perumdam Tirta Mukti dan penyertaan modal daerah.

Iklan sevilage

Sejak siang hari, puluhan mahasiswa GMNI diketahui telah berupaya melakukan audiensi dengan Bupati Cianjur di Pendopo. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena bupati tengah menghadiri agenda rembug warga di Kecamatan Gekbrong.

Pada malam harinya sekitar pukul 19.00 WIB, mahasiswa mendatangi Gedung DPRD Cianjur. Awalnya, mereka berada di lantai satu untuk menyimak jalannya rapat dan mendengarkan pandangan fraksi-fraksi.

Baca Juga
Ketua DPRD Cianjur Siap Bangun Puskesmas dan Belikan Laptop Guru PAUD Saat Reses di Cikondang
Pendidikan · Berita terkait

Namun situasi berubah ketika Bupati menyampaikan tanggapan. Sejumlah mahasiswa tiba-tiba membentangkan spanduk berukuran sekitar 2×1 meter bertuliskan “Keluarga Sanusi (Santun Tapi Korupsi)”.

Aksi tersebut sontak memicu ketegangan setelah massa lain yang berada di luar ruangan, kemudian masuk dan mendekati kelompok tersebut, hingga merebut spanduk. Kericuhan pun tak terhindarkan, ditandai dengan aksi saling tarik dan adu mulut antara kedua kelompok.

Dari situasi itu, mahasiswa berupaya mengambil kembali spanduk yang sempat direbut, sebelum akhirnya situasi berhasil diredam.

Ketua DPC GMNI Cianjur, Agus Rama Tunggara, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk pengawalan terhadap tata kelola pemerintahan daerah, khususnya terkait penggunaan anggaran publik.

Baca Juga
Serap Aspirasi, Anggota DPRD Cianjur Lukmanul Hakim Fokus Bantu PIP dan Sarana Toilet Siswa di Kecamatan Cipanas
Pendidikan · Berita terkait

“Persoalan kita berada di DPRD. Kita ingin mengawal bagaimana tata kelola pemerintahan daerah dan memastikan anggaran publik disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Rama saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).

Ia menyoroti pembahasan Raperda penyertaan modal untuk Perumdam Tirta Mukti yang dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK, Perumdam Tirta Mukti menunjukkan tren peningkatan laba hingga mencapai Rp1,7 miliar pada tahun 2024.

“Namun sangat janggal, dengan kepemilikan 100 persen pemerintah daerah, hasil RUPS selalu memutuskan dividen nihil. Ini menjadi pertanyaan publik,” tegasnya.

Rama juga memaparkan bahwa dalam kurun waktu 2022 hingga 2024, pemerintah daerah telah menggelontorkan penyertaan modal sebesar Rp19,6 miliar, masing-masing Rp8 miliar pada 2022, Rp6,8 miliar pada 2023, dan Rp4,8 miliar pada 2024.

Baca Juga
Srikandi PLN UP3 Cianjur Goes To School Hadir di SMKN 1 Sukaluyu Cianjur, Edukasi Kelistrikan dan Digitalisasi Layanan PLN
Pendidikan · Berita terkait

Selain itu, ia juga menyinggung kualitas pelayanan Perumdam Tirta Mukti yang kerap dikeluhkan masyarakat, seperti aliran air yang sering mati dan debit air yang kecil.

“Atas dasar itu, kami menyatakan keberatan dan menolak pembahasan lanjutan Raperda tersebut tahun ini,” katanya.

Terkait kericuhan yang terjadi, Rama menegaskan bahwa pihaknya tidak memulai insiden tersebut. Ia menduga terdapat pihak lain yang ingin mengganggu fokus aksi mahasiswa.

“Percikan itu sudah kami selesaikan dengan diskusi, dan pada akhirnya kami saling memaafkan,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Fauzi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{