Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

Kebijakan Siswa Masuk Barak Militer Tuai Sorotan, Ono Surono Nilai Tidak Sesuai Aturan

Terbit 9 May 2025 11:25 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Kebijakan Siswa Masuk Barak Militer Tuai Sorotan, Ono Surono Nilai Tidak Sesuai Aturan — Cianjur Update
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat/Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono (foto: Fauzi/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM – Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengirimkan siswa-siswi SMP dan SMA ke barak militer untuk mengikuti pendidikan karakter mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak.

Di Kabupaten Cianjur, tercatat sebanyak 30 siswa SMP telah mulai mengikuti kegiatan tersebut sejak Selasa (6/5/2025) di Yonif Raider 300.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, menyayangkan kebijakan tersebut. Menurutnya, program ini tidak pernah dibahas atau disepakati bersama DPRD Jawa Barat.

Iklan sevilage

“Kami juga baru tahu dari media. Kalau pun program ini sudah berjalan, harus ada evaluasi serius karena berdasarkan informasi, kebijakan ini berpotensi melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan,” ujarnya kepada Cianjur update usai rapat konsolidasi internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Jumat 9 Mei 2025.

Baca Juga
Pelepasan Peserta Didik PKBM Sarbini Berlangsung Meriah, 132 Siswa Resmi Lulus
Pendidikan · Berita terkait

Ono juga menyoroti bahwa tidak ada dalam kurikulum pendidikan nasional yang mengatur adanya pendidikan militer bagi siswa.

Ia menegaskan bahwa pendekatan semacam ini seharusnya tidak menjadi pilihan utama dalam membentuk karakter anak.

“Jawa Barat ini mayoritas penduduknya muslim, pesantren banyak dan budaya lokal kita sangat kuat. Pendidikan karakter seharusnya mengutamakan pendekatan berbasis agama dan budaya lokal,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ono menyarankan agar pembentukan karakter siswa dilakukan melalui optimalisasi peran keluarga, sekolah, pondok pesantren, hingga lembaga sosial seperti panti rehabilitasi di bawah Dinas Sosial, sebelum akhirnya mempertimbangkan pendekatan militer.

Baca Juga
Serap Aspirasi, Anggota DPRD Cianjur Lukmanul Hakim Fokus Bantu PIP dan Sarana Toilet Siswa di Kecamatan Cipanas
Pendidikan · Berita terkait

“Barak itu harusnya jadi opsi terakhir, bukan yang pertama. Ini kesannya dipaksakan, karena gubernurnya gubernur konten,” katanya.

Ia juga menambahkan, daripada mengirim siswa ke barak militer, lebih baik melibatkan TNI dan Polri untuk datang langsung ke sekolah dan memberikan edukasi.

“Kalau TNI masuk ke sekolah, akan lebih mudah mendeteksi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Itu kan bisa dicatat dan ditindaklanjuti oleh guru,” jelasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Cianjur, Susilawati, turut menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai bahwa mengirim anak-anak ke barak militer seharusnya menjadi alternatif terakhir.

Baca Juga
Pelepasan Peserta Didik PKBM Sarbini Berlangsung Meriah, 132 Siswa Resmi Lulus
Pendidikan · Berita terkait

“Upaya lain seperti melibatkan TNI dalam edukasi di sekolah dan memberdayakan pesantren harus lebih diutamakan, apalagi masyarakat kita mayoritas muslim,” tegasnya.

Susilawati menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi hasil dari program ini, khususnya di Cianjur.***

Editor: Indra Arfiandi, Penulis: Fauzi

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Fauzi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{