Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Kasus Pemotongan Insentif Nakes Puskesmas Kadupandak Heboh, Plt Kadinkes: Harus Dimusyawarahkan

Terbit 19 May 2021 06:20 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Kasus Pemotongan Insentif Nakes Puskesmas Kadupandak Heboh, Plt Kadinkes: Harus Dimusyawarahkan — Cianjur Update
Plt Kadinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy (Foto: Afsal Muhammad/cianjurtpday.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Kasus pemotongan insentif nakes di Puskesmas Kadupandak sempat heboh jadi pembicaraan hingga mendapat tanggapan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.

Plt Kadinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy mengatakan, pemotongan insentif tersebut memang diperbolehkan, asalkan ada keputusan dari yang bersangkutan dan dibicarakan secara musyawarah.

Jika memang tidak ada kesepakatan, lanjutnya, maka hal tersebut tidak diperkenankan untuk dilakukan.

Iklan sevilage

Bahkan, menurutnya, pihak Dinkes Kabupaten Cianjur sangat menyayangkan jika memang ada unsur paksaan sampai perasaan keberatan dari para nakes.

“Mungkin ada beberapa cara teman-teman untuk bergotong royong berdasarkan keikhlasan, silahkan disesuaikan dan dimusyawarahkan. Tentunya harus ada keikhlasan dari masing-masing pihak,” kata Irvan kepada Cianjur Update, Rabu (19/5/2021).

Irvan menuturkan, di lapangan memang masih terdapat nakes di lingkungan puskesmas yang tidak mendapatkan insentif tersebut.

Baca Juga
Satresnarkoba Polres Cianjur Ungkap 32 Kasus Narkoba, Sita 17,1 Kg Ganja dan 479 Gram Sabu
Berita · Berita terkait

“Misalnya dari 20 orang, hanya 10 orang yang dapat,” ujarnya.

Namun demikian, ia pun menentang jika ada nakes yang keberatan dengan insentif yang harus dibagikan, tapi tidak dengan cara yang sesuai dan bahkan terkesan memaksakan kepada nakes. Ia meminta agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan.

“Jangan dipaksakan, karena prinsipnya uangnya kan ditransfer ke rekening masing-masing. Jika ada isu tersebut segera diselesaikan dan dimusyawarahkan,” jelasnya.

Sebelumnya, kabar mengenai adanya pemotongan insentif nakes dan dibagikan kurang adil di Puskesmas Kadupandak, Cianjur, heboh jadi pembicaraan.

Padahal, sejumlah nakes di beberapa daerah diketahui sudah menerima insentif Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Baca Juga
Dua Kasus LGBT Mencuat, Pemkab Cianjur Percepat Penyusunan Perbup Pencegahan
Berita · Berita terkait

Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, proses dari penerimaan hingga harus dikumpulkan terlebih dahulu oleh salah satu koordinator yang diduga oknum aparatur sipil negara (ASN).

“TKS pekerja atau tidak dianggarkan Rp2 juta, kecuali TKS yang ikut kerja lebih dari Rp2 juta. Untuk dokter dipotong 50 persen jadi dari Rp20 juta hanya menerima Rp10 juta. Sedangkan bidan-bidan senior dipotong 80 persen dari total anggaran Rp12 juta, hanya mendapatkan Rp4 juta. Sementara PNS dipotong Rp2 juta, tapi itu tergantung kedekatannya beda-beda,” ungkapnya kepada Cianjur Update, Senin (17/5/2021).

Setelah uang diterima melalui rekening masing-masing, setiap nakes dikumpulkan dan diinformasikan melalui grup dan mengkoordinir uang tersebut dengan dalih untuk keperluan serta pembagian kepada karyawan lainnya yang tidak mendapatkan bagian.

Ia pun menambahkan, selain itu ada sedikit intimidasi dari salah satu pihak, agar kasus tersebut tidak sampai mencuat. Sehingga nakes pun diminta untuk bungkam.

“Dalihnya begitu. Tapi kan itu tidak adil, karena yang kerja sama yang enggak dipukul rata. Seharusnya dibedakan. Selain itu, kita juga dibungkam agar tidak bersuara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kadupandak, Suryana menapik hal tersebut. Dirinya mengatakan, permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara musyawarah dan sudah selesai.

Baca Juga
Pasien Panik, Babi Hutan Masuk Puskesmas Campaka Cianjur
Berita · Berita terkait

“Sudah beres seminggu yang lalu, uang nakes juga sudah dibagikan ke semua. Mungkin hanya ada kesalahpahaman antara rekan-rekan yang lain,” paparnya.

Mengenai adanya potongan insentif dokter, dirinya membantah informasi tersebut. Menurutnya bukan dipotong tapi keikhlasan dari nakes.

“Pihak yang dikumpulkan itu untuk karyawan lain yang tidak kebagian. Karena kita kuotanya 50 orang, sementara kami ada kurang lebih 80 orang karyawan,” jelasnya.

Mengenai adanya tekanan atau intimidasi, Suryana tidak mengetahui hal tersebut dan akan melakukan penelusuran serta musyawarah dengan seluruh karyawan.

“Saya baru dengar, tapi nanti saya akan musyawarahkan dengan staf lainnya,” tandasnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{