Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Jalan Rusak di Cikadu Cianjur, Ibu Muda Melahirkan Darurat di Rumah Warga Akibat Akses Terhambat

Terbit 5 Feb 2026 05:18 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Jalan Rusak di Cikadu Cianjur, Ibu Muda Melahirkan Darurat di Rumah Warga Akibat Akses Terhambat — Cianjur Update
Potongan Video memperlihatkan seorang ibu hamil melahirkan di rumah warga setelah kendaraan mogok akibat jalan rusak di Cikadu Cianjur.

CIANJURUPDATE.COM – Infrastruktur yang memprihatinkan di wilayah selatan Cianjur kembali memicu drama kemanusiaan. Risma (23), seorang ibu muda asal Kampung Cisalada, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Cikadu, terpaksa harus bertarung nyawa demi melahirkan buah hatinya di tengah perjalanan.

Harapan untuk bersalin dengan nyaman di puskesmas pupus setelah kendaraan yang membawanya mogok, terjebak di jalur kabupaten yang rusak parah dan berlumpur.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/2/2026) malam tersebut terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Dalam cuplikan itu, tampak sejumlah warga berjuang menyusuri jalanan yang lebih mirip kubangan lumpur tebal. Bahkan, kendaraan roda dua pun terlihat tak berdaya menghadapi medan yang ekstrem tersebut.

Iklan sevilage

Ayah Risma, Surjana (49), mengonfirmasi bahwa video yang beredar adalah momen mencekam saat keluarganya mencoba mencari jalan keluar di tengah kebuntuan.

Baca Juga
Bangun Harapan Pascakebakaran, Kolaborasi YBM PLN UP3 Cianjur dan YBM PLN UIP JBT Wujudkan Rumah Baru untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Cibeber
Berita · Berita terkait

“Karena jalannya rusak parah, mobil sampai mogok. Jadina kami sekeluarga mencoba berjalan kaki supaya tiba ke puskesmas untuk proses persalinan anak saya,” ujar Surjana, Kamis (5/2/2026).

Keputusan untuk berjalan kaki diambil sebagai langkah terakhir. Namun, baru berjalan beberapa saat, Risma mengalami kontraksi hebat. Padahal, posisi mereka masih cukup jauh; butuh waktu sekitar 30 menit lagi untuk mencapai puskesmas jika menggunakan kendaraan dalam kondisi normal.

Beruntung, di tengah situasi darurat tersebut, ada rumah warga yang letaknya tak jauh dari lokasi. Tanpa pilihan lain, keluarga pun meminta izin untuk menggunakan rumah tersebut sebagai tempat persalinan darurat.

“Pakai mobil tidak mungkin karena mogok, kalau naik motor juga tidak bisa. Jadi ke rumah warga. Alhamdulillah pemiliknya baik, mempersilakan proses persalinan anak dan cucu saya,” lanjutnya.

Baca Juga
Terhimpit Rencana Agrowisata, Warga Ciseureuh Batulawang Cemas Kehilangan Tempat Tinggal dan Masa Depan Anak
Berita · Berita terkait

Meski dalam kondisi serba terbatas, beruntung sejak awal keberangkatan Risma sudah didampingi oleh dua orang tenaga medis.

“Dari awal memang ditemani dua orang bidan. Makanya begitu keadaan darurat harus melahirkan di jalan dan akhirnya dialihkan ke rumah warga, dibantu bidan hingga bayi atau cucu saya lahir dengan selamat,” kata Surjana.

Setelah dua jam proses persalinan yang menegangkan, tangis bayi perempuan pecah. Putri dari pasangan Risma dan Ridwan (27) itu lahir dengan selamat dan kini telah diberi nama yang indah: Rayha Azzalea Zalfa.

“Cucu saya sehat meskipun lahir dalam keadaan darurat. Sekarang sudah dikasih nama Rayha Azzalea Zalfa,” ucap Surjana dengan nada lega.

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

Meski kali ini berakhir bahagia, peristiwa ini menyisakan trauma mendalam. Surjana mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya jalanan tersebut menjadi saksi bisu perjuangan ibu hamil. Pada tahun 2021, keluarga mereka sempat berduka karena keponakannya mengalami keguguran akibat akses jalan yang menghambat pertolongan medis.

“Sudah puluhan tahun jalan ini rusak parah. Kejadian ibu hamil melahirkan di jalan sudah beberapa kali. Karena yang harusnya bisa dibawa cepat ke puskesmas, terkendala akses jalan yang rusak. Bahkan keponakan saya sampai keguguran,” keluhnya.

Kini, warga hanya bisa berharap janji perbaikan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Cianjur bukan sekadar isapan jempol. Bagi mereka, jalan aspal bukan sekadar fasilitas, melainkan urat nadi nyawa manusia.

“Kami mohon segera diperbaiki ruas jalan Desa Mekarlaksana agar kejadian yang dialami anak saya atau keponakan saya tidak terulang lagi. Selain demi menyelamatkan ibu dan anak, jalan ini juga jadi akses pendidikan serta ekonomi. Semoga rencana Pemkab yang kabarnya membangun jalan di tahun ini bisa terealisasi,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{