Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Indonesia Deflasi Lima Bulan Berturut-turut, Mirip Krisis 1998

Terbit 1 Oct 2024 08:03 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Indonesia Deflasi Lima Bulan Berturut-turut, Mirip Krisis 1998 — Cianjur Update
Ilustrasi Deflasi. (Foto: Pixabay.com)

CIANJURUPDATE.COM – Indonesia kembali mencatat deflasi selama lima bulan berturut-turut, sebuah fenomena ekonomi yang mengingatkan pada krisis moneter 1998.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi terjadi sebesar 0,12% pada September 2024, lebih dalam dibandingkan deflasi 0,03% pada Agustus 2024.

Tren ini telah berlangsung sejak Mei 2024, saat deflasi pertama kali tercatat sebesar 0,03%.

Iklan sevilage

Deflasi beruntun yang dialami Indonesia ini menjadi perhatian publik menjelang akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2024.

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

Amalia Adininggar Widyasanti, Pelaksana Tugas Kepala BPS, menyebut bahwa kejadian deflasi yang berlarut-larut ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia.

Ia mengungkapkan, kondisi serupa pernah dialami saat krisis finansial Asia 1998-1999, di mana Indonesia mencatat deflasi selama tujuh bulan berturut-turut dari Maret hingga September 1999.

“Pada 1999, setelah krisis finansial Asia, Indonesia mengalami deflasi berkepanjangan akibat penurunan harga beberapa barang setelah inflasi tinggi yang disebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah,” ujar Amalia dilansir CNBC, Selasa (1/10/2024).

Selain itu, Amalia juga menyoroti bahwa tren deflasi pernah terjadi pada periode 2008-2009, yang dipicu oleh turunnya harga minyak dunia.

Baca Juga
Polsek Bersama Ngerayap Community Indonesia Bantu Berikan Air Bersih Bagi Warga Cibeber
Berita · Berita terkait

Deflasi juga tercatat selama tiga bulan pada Juli-September 2020 saat pandemi Covid-19 melanda, dengan penurunan harga disebabkan oleh penurunan permintaan global yang drastis.

Pada tahun ini, Amalia menjelaskan bahwa pemicu utama deflasi adalah pasokan berlimpah dari berbagai komoditas, khususnya hortikultura dan produk peternakan.

“Deflasi kali ini disebabkan oleh melimpahnya pasokan komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, tomat, dan beberapa sayuran lainnya. Juga, harga daging ayam dan telur yang stabil berkat ketersediaan pasokan yang melimpah,” jelasnya.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{