Heboh! Ria Puspita vs Ferry Irwandi, Mantan Dukun Santet Berseteru dengan Konten Kreator, Ada Apa Sebenarnya?
– Perseteruan antara Ria Puspita dan Ferry Irwandi mengguncang perhatian publik.
Nama Ria, yang sebelumnya jarang dikenal, kini mencuat setelah berselisih dengan Ferry terkait pembuktian praktik ilmu hitam.
Semua bermula ketika Ferry secara terbuka menantang para dukun untuk membuktikan kebenaran santet.

Tak lama kemudian, kanal YouTube Malam Mencekam mengundang Ria sebagai bintang tamu untuk menanggapi tantangan tersebut.
Dalam video itu, Ria, yang mengaku mantan praktisi ilmu hitam, berbicara emosional.
Ia melontarkan pernyataan mengejutkan yang kemudian dianggap Ferry sebagai ancaman pembunuhan.
“Kalau seandainya Tuhan mengizinkan, boleh, halal, saya membunuh Ferry… (Apabila) halal dan saya dilindungi oleh hukum, saya bunuh,” ujar Ria.
Tak sampai 24 jam setelah video tersebut viral, kanal YouTube Malam Mencekam segera menghapus kontennya dan meminta maaf.
Ferry pun tetap mengecam pernyataan itu sebagai ancaman serius yang dilontarkan di depan publik.
Siapa Ria Puspita?
Ria Puspita adalah sosok yang mengklaim dirinya sebagai mantan dukun santet.
Perjalanan hidupnya beralih dari praktisi ilmu hitam menjadi konten kreator YouTube yang fokus membahas dunia mistis.
Ia kerap tampil sebagai narasumber di podcast populer.
Ria mengaku mempelajari ilmu hitam sejak remaja, mulai dari ilmu kebal hingga santet.
Dalam wawancaranya, ia berbagi pengalaman kelam yang dipicu kemiskinan, perundungan, dan dendam tak terlampiaskan.
Namun, ia akhirnya menyadari kesalahannya dan memilih jalan pertobatan.
Kini, Ria aktif sebagai konten kreator dengan kanal YouTube Ria Puspita Official, yang memiliki 69,1 ribu subscriber.
Di akun Instagramnya, @ria.puspita93, ia juga berbagi tentang profesinya sebagai konsultan film horor dan memiliki lebih dari 49 ribu pengikut.
Polemik yang Membawa Perhatian
Kasus ini membuka diskusi tentang santet di era modern.
Ria Puspita dan Ferry Irwandi berhasil menarik perhatian publik dengan perseteruan mereka.
Apakah ini hanya sekadar kontroversi, atau ada pelajaran di baliknya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


