Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Harga Pangan Terlalu Murah Disebut Penyebab Deflasi di Indonesia Selama 5 Bulan Berturut-Turut

Terbit 5 Oct 2024 05:16 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Harga Pangan Terlalu Murah Disebut Penyebab Deflasi di Indonesia Selama 5 Bulan Berturut-Turut — Cianjur Update
Ilustrasi deflasi. (Foto: Getty Images)

CIANJURUPDATE.COM – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa deflasi yang terjadi di Indonesia selama lima bulan berturut-turut disebabkan oleh harga pangan yang terlalu murah.

Menurutnya, masalah deflasi ini berbeda dengan inflasi, di mana pemerintah dapat melakukan intervensi langsung melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menjelaskan bahwa saat inflasi terjadi, pemerintah dapat segera mengambil tindakan dengan melibatkan bupati, wali kota, dan memanfaatkan APBD.

Iklan sevilage

Namun, dalam situasi deflasi, terutama yang disebabkan oleh harga pangan yang terlalu murah, solusi tersebut belum tersedia.

“Saat inflasi terjadi, kita bisa atasi dengan cepat karena ada dukungan dari pemerintah daerah dan anggaran. Namun, untuk situasi di mana harga pangan terlalu murah, kita belum memiliki mekanisme untuk mengatasinya,” ujar Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2024).

Harga Pangan Terjun Bebas, Petani Terancam Rugi

Baca Juga
Polsek Bersama Ngerayap Community Indonesia Bantu Berikan Air Bersih Bagi Warga Cibeber
Berita · Berita terkait

Zulhas memberikan contoh konkret mengenai harga pangan yang mengalami penurunan drastis.

Salah satu contohnya adalah harga cabai, yang hanya mencapai Rp 15.000 per kilogram, jauh di bawah harga patokan pemerintah sebesar Rp 40.000 per kilogram.

Ia juga menambahkan bahwa harga telur turun menjadi Rp 24.000 per kilogram, di bawah patokan yang ditetapkan sebesar Rp 28.000 per kilogram.

Penurunan harga ini berisiko menyebabkan kerugian besar bagi para petani.

“Kalau saya bilang terlalu murah, mungkin saya akan dikritik. Namun faktanya, harga cabai yang seharusnya Rp 40.000 hanya Rp 15.000 di pasaran. Hal ini bisa membuat petani bangkrut,” jelas Zulhas.

Baca Juga
Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Ketenagalistrikan, PLN Cianjur Edukasi Warga tentang Penggunaan Listrik yang Aman
Berita · Berita terkait

Peralihan Musim Pengaruhi Harga Pangan

Mendag juga menyebutkan bahwa turunnya harga pangan dipengaruhi oleh peralihan musim dari kemarau ke musim hujan.

Beberapa komoditas seperti cabai dan bawang menjadi rentan saat musim hujan karena lebih mudah membusuk, sehingga pasokan melimpah dan harga turun drastis.

“Saat saya keliling pasar, saya melihat peralihan musim ini berdampak pada panen yang melimpah. Namun, hujan berlebih membuat bahan pangan seperti cabai dan bawang lebih mudah rusak, sehingga suplainya berlebihan,” ujar Zulhas.

Kajian Lebih Lanjut untuk Tentukan Penyebab Deflasi

Baca Juga
Tega! Ditinggal Istri ke Luar Negeri, Ayah di Pacet Tega Perkosa Anak Kandung Selama Setahun
Berita · Berita terkait

Terkait deflasi yang terjadi, Zulhas menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan kajian lebih lanjut untuk menentukan apakah penurunan harga ini disebabkan oleh suplai yang melimpah atau daya beli masyarakat yang menurun.

“Kita akan lihat apakah harga yang terlalu murah ini disebabkan oleh suplai yang berlimpah atau daya beli masyarakat yang menurun. Kajian mendalam perlu dilakukan untuk memahaminya lebih baik,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,12 persen pada September 2024.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa meskipun deflasi terjadi selama lima bulan berturut-turut, inflasi tahunan pada September 2024 tercatat sebesar 1,84 persen, turun dari 2,12 persen pada bulan sebelumnya.

Perkembangan ini menjadi perhatian penting pemerintah dalam mengelola stabilitas harga pangan dan menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan di pasar.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{