Gagalkan Tawuran Pelajar di Cibeber, Polisi Amankan Dua Siswa SMP dan Sajam
CIANJURUPDATE.COM — Kepolisian Sektor (Polsek) Cibeber berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran antarpelajar di Jalan Raya Cibeber, Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Senin (20/7/2026) sore. Dalam peristiwa tersebut, dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) diamankan petugas berikut barang bukti sebilah senjata tajam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut bermula saat kelompok pelajar SMP dari dua sekolah berbeda, yakni SMP Bojongpicung dan SMP Cibeber, berkendara bersama menggunakan sepeda motor di kawasan Cipetir. Di lokasi yang sama, melintas rombongan siswa dari SMKN 1 Cilaku, hingga memicu terjadinya aksi saling sindir dan cekcok mulut antara kedua kelompok.
"Siswa SMP pun berusaha untuk menyerang siswa SMK. Bahkan salah satu nya mengeluarkan senjata tajam yang sebelumnya disembunyikan di balik celana," ujar Kapolsek Cibeber, Kompol Tio, saat memberikan keterangan, Senin (20/7/2026).

Mendapat laporan mengenai adanya kerumunan pelajar yang bersiap melakukan tawuran, personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho, mengonfirmasi bahwa respons cepat anggota di lapangan membuat bentrokan fisik antarpelajar tersebut dapat dicegah lebih awal.
"Belum sempat tawuran, petugas sudah datang," kata Alexander.
Dari belasan pelajar yang berada di lokasi kejadian, polisi mengamankan dua siswa SMP berinisial AA dan AP yang diketahui merupakan siswa kelas 9. Sementara itu, para pelajar lainnya dari kelompok SMP maupun SMK berhasil melarikan diri dari kepungan petugas.
"Dari belasan orang yang terlibat, dua berhasil diamankan sedangkan sisanya berhasil kabur. Kami juga amankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam," terang Alexander.
Kedua pelajar yang tertangkap saat ini masih berada di markas kepolisian untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut serta pembinaan. Alexander sangat menyayangkan insiden ini terjadi, terlebih saat ini institusi pendidikan sedang menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.
"Kami masih mintain keterangan untuk mengidentifikasi siapa saja yang terlibat. Kami juga berikan pembinaan, termasuk panggil orangtua dan pihak sekolah. Karena perbuatannya sangat disayangkan, terlebih digelar di tengah siswa baru mengikuti MPLS. Harusnya sebagai kakak kelas, para siswa ini menjadi contoh untuk adik-adiknya," sesal Kapolres.
Guna mengantisipasi terulangnya kejadian serupa di wilayah hukum Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur telah menginstruksikan seluruh jajaran Polsek untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan, khususnya pada waktu rawan sekolah.
"Kami akan tingkatkan patroli untuk mengantisipasi adanya aksi tawuran pelajar di Cianjur," pungkas Alexander.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


