Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Evaluasi Pemilu Serentak 2024, Wacana Pemisahan Jadwal Pemilu dan Pilkada

Terbit 13 Jan 2025 16:54 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Evaluasi Pemilu Serentak 2024, Wacana Pemisahan Jadwal Pemilu dan Pilkada — Cianjur Update
Proses pemungutan suara saat Pemilu 2024 di Kampung Wargaluyu, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur. (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai Mahkamah Konstitusi (MK) perlu mengevaluasi sistem pemilu serentak.

Ia menyebut pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 telah menunjukkan sejumlah kelemahan yang harus dikaji lebih dalam.

“Nah, selain menetapkan batas atas pencalonan, sebaiknya MK juga melakukan diskusi atau introspeksi, apakah pemilu serentak dilakukan dalam satu tahun itu positif atau tidak?” ujar Burhanuddin dilansir Metrotvnews.com, Senin (14/1/2025).

Iklan sevilage

Mengacu pada Pemilu 2024, Burhanuddin menyebutkan adanya penurunan jumlah kontestan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), yang berdampak pada menurunnya kompetisi elektoral.

Baca Juga
Wakapolri Pimpin Tanam Serentak Bawang Putih di Cianjur, Targetkan Swasembada Nasional pada 2029
Berita · Berita terkait

Ia menilai pelaksanaan pilkada di tahun yang sama dengan pilpres turut memengaruhi turunnya partisipasi pemilih.

“Pilkada itu tak dilakukan di satu waktu. Kalau misalnya pilkada dilakukan setelah pilpres, sudah hampir pasti partai-partai akan mengikuti partai pemenang,” ungkapnya.

DPR Usulkan Pemisahan Jadwal Pemilu dan Pilkada

Baca Juga
Dapur MBG Mangunkerta Rutin Evaluasi Bersama Sejumlah Pihak, Tekankan Pelayanan Menu Makin Optimal
Berita · Berita terkait

Wacana serupa juga telah dibahas di DPR. Anggota Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menyatakan kemungkinan merevisi sistem pemilu serentak, termasuk pemberian jeda waktu antara pemilu dan pilkada.

“Mungkin bisa kami lakukan ke depan perubahan dengan beda tahun, misalnya,” kata Dede Yusuf dalam keterangannya, Selasa (3/12/2024).

Ia menyebutkan, jadwal pelaksanaan pileg, pilpres, dan pilkada yang terlalu berdekatan dapat menyebabkan kelelahan dan kepenatan bagi pemilih.

Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada tingginya angka golput dalam Pilkada Serentak 2024.

Baca Juga
Antisipasi Money Politic, Polres Cianjur Bentuk Posko Sentra Gakkumdu Saat Pilkades Serentak 2026
Berita · Berita terkait

“Saya rasa pasti dipertimbangkan (pemberian jeda), karena tentu kawan-kawan juga memahami ya, setiap partai itu melewati sebuah proses pemilu dan pilpres yang tidak mudah,” ungkapnya.

Dede menambahkan, pemisahan jadwal pelaksanaan antara pemilu dan pilkada bisa menjadi solusi untuk meningkatkan partisipasi pemilih sekaligus mengurangi beban kerja partai politik dalam mengelola agenda politik nasional.

MK dan DPR diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengevaluasi sistem pemilu serentak, guna memastikan efektivitas dan partisipasi optimal dalam pesta demokrasi berikutnya.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{