Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

dr Wahyu Pamer Gelar Dokter di Debat Pilkada Cianjur 2024, Herman: Sekolah Saya Biasa-Biasa Tapi Bisa Jadi Bupati

Terbit 25 Oct 2024 09:25 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
dr Wahyu Pamer Gelar Dokter di Debat Pilkada Cianjur 2024, Herman: Sekolah Saya Biasa-Biasa Tapi Bisa Jadi Bupati — Cianjur Update
Sesi tanya jawab debat Pilkada Cianjur 2024 antara paslon 01 dan paslon 02. (Foto: YouTube/KPU TV Cianjur)

– Debat perdana Pilkada Cianjur 2024 menyuguhkan momen menarik ketika dr Wahyu dari paslon nomor 02 menunjukkan latar belakang pendidikannya sebagai dokter dalam merespons pertanyaan paslon nomor 01, Herman Suherman-H Ibang, tentang pemahaman luas wilayah Kabupaten Cianjur.

Pertanyaan Herman Suherman mengenai luas, jumlah kecamatan, desa, dan BUMDes aktif di Cianjur menjadi sorotan penting, menggarisbawahi pemahaman data lokal sebagai elemen kepemimpinan di wilayah yang luas ini.

“Cianjur itu kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa. Kita harus tahu wilayahnya secara detail,” ujar Herman, mempertegas pentingnya wawasan mendalam untuk kepemimpinan daerah.

Iklan sevilage

Menanggapi, Ramzi, pasangan dr Wahyu, berpendapat bahwa informasi semacam itu kini mudah diakses secara daring.

Baca Juga
Srikandi PLN UP3 Cianjur Goes To School Hadir di SMKN 1 Sukaluyu Cianjur, Edukasi Kelistrikan dan Digitalisasi Layanan PLN
Pendidikan · Berita terkait

Menurutnya, pemimpin masa depan seharusnya tidak bergantung pada hafalan tetapi pada keterampilan digital.

“Kondisi sekarang itu, digitalisasi keterbukaan informasi sudah sangat maju. Tinggal search di Google, mau cari apa saja,” ujar Ramzi, menyiratkan bahwa pemahaman wilayah bisa diakses secara praktis.

Namun, dr Wahyu menambahkan perspektifnya bahwa pemimpin tidak harus fokus pada hafalan data dasar seperti jumlah desa atau kecamatan.

Baca Juga
Terangi Negeri dengan Semangat Pancasila, PLN UP3 Cianjur Hadirkan Listrik bagi Pesantren Nurul Hikmah
Pendidikan · Berita terkait

Dia juga menyinggung gelar dokternya sebagai indikasi bahwa hafalan bukanlah prioritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Hafalan itu buat SD, SMP, SMA. Tapi bupati itu kerjanya berpikir, melakukan, dan memiliki kemauan memajukan kesejahteraan,” ucap dr Wahyu, menjelaskan bahwa pemimpin idealnya berpikir strategis.

Mendengar jawaban tersebut, Herman menekankan bahwa pemahaman terperinci tentang wilayah adalah dasar bagi kebijakan yang tepat.

Ia mengkritik pendekatan paslon 02 yang tampak lebih mengandalkan pencarian daring.

Baca Juga
Taklim Akbar Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Empat Ulama Internasional di Cianjur
Pendidikan · Berita terkait

“Seorang pemimpin jangan mencari pembenaran, apalagi kalau bicara Cianjur, kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa. Masa tiap hari kita harus searching Google. Kalau tidak paham, bagaimana membangun Cianjur?” ujar Herman.

Herman kemudian menegaskan bahwa pengalamannya selama 36 tahun di pemerintahan Cianjur memberinya wawasan penting yang melampaui hafalan.

“Saya bukan dokter, saya sekolah biasa-biasa, sarjana muda, bekerja di pemerintah Cianjur. Pengalaman saya dari staf sampai bupati, sejarah buat Cianjur,” tandasnya.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{