Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Didominasi Longsor, 104 Bencana Terjadi di Cianjur hingga Oktober 2021

Terbit 6 Oct 2021 07:15 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Didominasi Longsor, 104 Bencana Terjadi di Cianjur hingga Oktober 2021 — Cianjur Update
LONGSOR: Bencana banjir-longsor terjadi di Kecamatan Sukanagara dan Takokak, beberapa waktu lalu. (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat, hingga Oktober 2021 sudah terjadi sebanyak 104 kejadian.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Mokh Irfan Sofyan menyebutkan, pergeseran tanah dan longsor menjadi bencana alam yang paling banyak terjadi pada tahun ini.

Menurutnya, cuaca yang sedang berada dalam masa transisi menuju musim penghujan menjadi faktor utama bencana ini terjadi.

Iklan sevilage

“Ada 79 kali longsor dan pergerakan tanah hingga bulan ini. Banjir bandang dan angin puting beliung tercatat 11 kali, sisanya bencana lain,” ujar Irfan kepada Cianjur

Cianjur Karate Championship 2026 Diikuti 1.327 Peserta, Juara Pertama Berpeluang Dapat Beasiswa
Berita · Berita terkait

Selain itu, ia menjelaskan, peristiwa bencana tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Akan tetapi, masih didominasi di wilayah Cianjur selatan.

“Terbaru kejadian pergeseran tanah dan longsor di wilayah Sukanagara dan Campaka,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjutnya, jumlah peristiwa bencana alam tahun ini terbilang lebih sedikit dibandingkan dengan 2020. Tahun lalu, di medio yang sama BPBD Cianjur mencatat ada 115 kejadian bencana.

“Korban jiwa juga nihil. Tercatat hanya ada dua korban luka ringan di kejadian longsor Mekarmulya Cikalongkulon,” paparnya.

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

Sementara terkait warga mengungsi, lanjut Irfan, ada 516 jiwa kendati sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing. Selain itu juga terdapat 81 rumah yang terendam, akibat bencana banjir bandang.

“Untuk dampak, tercatat 21 bangunan rusak berat, 38 rusak sedang, dan 36 rusak ringan,” tuturnya.

Irfan pun mengingatkan kepada masyarakat, akan ancaman potensi bencana hingga akhir tahun ini, menyusul curah hujan yang tinggi.

Terlebih, wilayah ini termasuk indeks risiko bencana tertinggi di Indonesia.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

“Semua jenis bencana berpotensi terjadi. Cianjur ini bisa dibilang etalase bencana,” terangnya.

BPBD Cianjur pun telah menyiagakan 1.800 relawan tanggap bencana (Retana) yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan.

“Mitigasi bencana gentar dilakukan. Masyarakat yang tinggal di zona merah, terus kita ingatkan agar meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{