Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

Dedi Mulyadi Terus Dalami Soal Study Tour SMAN 1 Cianjur, Kepsek Berpotensi Dicopot atau Jadi Guru Biasa

Terbit 27 Feb 2025 02:45 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Dedi Mulyadi Terus Dalami Soal Study Tour SMAN 1 Cianjur, Kepsek Berpotensi Dicopot atau Jadi Guru Biasa — Cianjur Update
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Istimewa (Instagram Dedi Mulyadi)

CIANJURUPDATE.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terus mendalami kasus study tour yang dilakukan oleh SMAN 1 Cianjur ke Bali, meskipun telah ada larangan resmi dari pemerintah provinsi.

Bahkan atas pelanggaran tersebut, Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, berpotensi dicopot dari jabatannya atau menjadi guru biasa.

“Apabila Kepala sekolahnya melakukan kesalahan berat, dan tidak bisa lagi di tolelir, maka kami akan memutuskan diberhentikan permanen dan selanjutnya akan ditugaskan menjadi guru biasa di seluruh sekolah di provinsi Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi.

Iklan sevilage

Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa larangan study tour ke luar wilayah Jawa Barat telah dikeluarkan, untuk menjaga keselamatan siswa dan mengurangi beban ekonomi bagi orang tua. Namun, SMAN 1 Cianjur tetap melaksanakan study tour ke Bali, yang diikuti oleh 361 siswa.

Baca Juga
Ketua DPRD Cianjur Siap Bangun Puskesmas dan Belikan Laptop Guru PAUD Saat Reses di Cikondang
Pendidikan · Berita terkait

“Jadi saya tegaskan bahwa kebijakan larangan study tour harus dipatuhi oleh semua sekolah di Jawa Barat,” ujarnya.

Dedi Mulyadi berharap bahwa tindakan tegas ini dapat menjadi pelajaran bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Barat untuk mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan demi kebaikan bersama. “Kami akan terus memantau dan memastikan bahwa kebijakan ini dijalankan dengan baik oleh semua pihak,” tegasnya.

Dengan adanya kasus ini, diharapkan sekolah-sekolah di Jawa Barat dapat lebih berhati-hati dalam merencanakan kegiatan yang melibatkan siswa dan selalu mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 (Smansa) Cianjur, Agam Supriyanta, menyebut bahwa kegiatan studi tour yang dilakukan pihaknya, bersifat sukarela dan tidak ada kewajiban bagi siswa untuk ikut serta.

Baca Juga
Srikandi PLN UP3 Cianjur Goes To School Hadir di SMKN 1 Sukaluyu Cianjur, Edukasi Kelistrikan dan Digitalisasi Layanan PLN
Pendidikan · Berita terkait

“Kami melakukan polling kepada siswa untuk menentukan tujuan perjalanan. Studi tour ini bukan kewajiban, tetapi pilihan,” ujar Agam kepada wartawan saat diwawancarai, Senin 24 Februari 2025.

Namun, munculnya pernyataan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait study tour setelah keberangkatan siswa menimbulkan berbagai reaksi.

Agam menyampaikan bahwa sekolah menghormati pandangan gubernur, tetapi jika himbauan tersebut berubah menjadi surat edaran atau keputusan resmi, maka sekolah tentu akan mengikuti aturan yang ditetapkan.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Dadan Suherman | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{