Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Butuh Bantuan, Seperti Ini Kisah Pilu Pekerja Serabutan di Campaka Derita Tumor yang Membesar

Terbit 28 May 2021 02:57 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Butuh Bantuan, Seperti Ini Kisah Pilu Pekerja Serabutan di Campaka Derita Tumor yang Membesar — Cianjur Update
Butuh Bantuan, Seperti Ini Kisah Pilu Pekerja Serabutan di Campaka Derita Tumor yang Membesar

CIANJURUPDATE.COM, Campaka – Utin (51) pekerja serabutan warga Kampung Cibanteng, RT 04/RW 02, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur menderita tumor yang membesar. Ia pun butuh bantuan karena keterbatasan biaya akibat tidak bisa bekerja.

Ditemui Cianjur Update di rumahnya, ia menceritakan bahwa pekerjaannya tidak menentu. Utin melakukan apa saja yang bisa menghasilkan uang. Seperti mengumpulkan rongsokan, bekerja di penggilingan padi, kuli macul, dan lainnya secara serabutan.

Hal itu ia lakukan untuk menafkahi istri dan seorang anak yang tinggal di rumahnya. Namun sejak menderita tumor di hidungnya, ia lebih banyak istirahat di rumah karena tidak kuat.

Iklan sevilage

“Kerasanya telinga terganggu, penglihatan tidak jelas, suka pusing, terus idung mampet. Jadi tidak bisa fokus kalau nyari rongsokan juga suka pulang, gak kuat,” tuturnya, Kamis (27/5/2021)

Ia menceritakan awal mula tumor dideritanya. Ini terasa sejak empat bulan silam ketika bekerja di salah satu tempat penggilingan padi. Awalnya, Utin hanya merasa pilek dan mampet di hidung.

“Kerasanya gatal terus tiga hari pilek, berobat gak sembuh-sembuh. Hidung mampet kadang buka kadang nutup. Lama-lama mampet tidak buka yang sebelah kiri,” tambahnya.

Baca Juga
Pasien Panik, Babi Hutan Masuk Puskesmas Campaka Cianjur
Berita · Berita terkait

Tidak lama kemudian, ada benjolan di hidungnya. Saat itu ukurannya sebesar bentolan gigitan nyamuk. Namun lama kelamaan semakin membesar, hingga saat ini ukurannya mirip kepalan anak-anak.

“Awalnya kecil seperti bentol digigit nyamuk, terus lama-lama sebesar ini. Udah empat bulanan,” tuturnya.

Ia pun sempat memeriksakan kondisinya ke salah satu rumah sakit di Kota Sukabumi. Namun Atin pun disarankan untuk menuju sebuah rumah sakit di Bandung.

Masyarakat yang iba dengan kondisinya berusaha membantu sebisa mungkin. Ada yang ikut mengurus administrasi kependudukan, hingga mengurus BPJS Mandiri bersama BPD.

Singkat cerita, beberapa waktu lalu ia pun diantarkan ke Bandung untuk memeriksakan kondisinya menggunakan ambulans Pemdes Cimenteng.

Baca Juga
HMI Soroti Perbup Pilkades Serentak Cianjur yang Belum Terbit
Berita · Berita terkait

Namun karena ada berkas yang tidak lengkap, Utin pun kembali ke Cianjur. “Katanya hasil rontgen tidak ada, jadi hanya konsul saja. Belum ada perawatan,” paparnya.

Rencananya, 10 Juni 2021 mendatang ia akan kembali ke rumah sakit di Bandung. Namun Utin masih kebingungan karena tidak punya biaya untuk kebutuhan sehari-hari dan lainnya.

“Kerja tidak konsen karena sakit, istri juga sakit,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, pemuda sekitar pun iba. Mereka ikut mendampingi Atin dan berusaha mencari donatur untuk membantunya.

Salah satunya Aji dari Komunitas Pendaki. Ia mengatakan, meskipun sudah didaftarkan BPJS, Atin masih membutuhkan bantuan untuk menutupi biaya tak terduga.

“Yang dikhawatirkan itu takut ada obat yang tidak dicover BPJS, biaya setelah berobat, dan biaya hidup keluarganya karena Pak Utin kan tidak bisa bekerja. Belum lagi operasional untuk berobat karena dari Campaka ke Bandung jauh,” jelasnya.

Baca Juga
Dari Sampah Jadi Karya, Warga Sukamanah Cugenang Butuh 2 Bulan Lukis Sosok KDM
Berita · Berita terkait

Ia berharap ada dermawan yang mau membantu meringankan beban Utin untuk berobat atau kebutuhan sehari-hari.

“Semoga ada yang membantu apa pun itu agar meringankan beban Pak Atin. Kami khawatir karena tumornya terus membesar,” tambah Aji.

Sementara itu Kepala Desa Cimenteng, A Haris Suryadi membenarkan bahwa Atin adalah salah satu warganya yang sudah lama menetap.

Ia menceritakan, pihaknya sudah memperbaiki data kependudukan dan mengusahakan agar BPJS Kesehatan yang semula mandiri agar dicover pemerintah.

Mengenai bansos, ia mengatakan akan diusahakan agar Utin mendapatkannya. Sebab, data sebelumnya bermasalah. Haris pun berdoa agar ada pihak lain yang ikut membantu Utin.(rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{