Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Nasional & Regional

Bupati Cianjur Dibunuh di Depan Masjid Agung, Dianggap Lebih Berpihak Pada Asing

Terbit 8 Jul 2024 07:00 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Bupati Cianjur Dibunuh di Depan Masjid Agung, Dianggap Lebih Berpihak Pada Asing — Cianjur Update
Masjid Agung Cianjur. (Foto: Pinterest)

CIANJURUPDATE.COM – Bupati Cianjur, Raden Aria Wiratanu III yang memerintah dari tahun 1707 sampai 1726 dibunuh oleh seorang pemuda di depan Masjid Agung Cianjur jadi sejarah kelam kota santri.

Bupati Cianjur Raden Aria Wiratanu III dibunuh karena dianggap lebih memihak pada asing ketimbang rakyatnya sendiri pada tahun 1726.

Bagaimana awalnya Bupati Cianjur Raden Aria Wiratanu III bisa dibunuh oleh pemuda tersebut? Simak ulasan selengkapnya.

Iklan sevilage

Pada masa itu, Wiratanu III dikenal karena keterlibatannya dalam tanam paksa kopi yang dikelola bersama VOC.

Baca Juga
Anggota DPRD Jabar Asep Suherman Lakukan Sosialisasi Pengawasan Anggaran di Cipanas Cianjur
Nasional & Regional · Berita terkait

Tanam paksa ini memicu ketidakpuasan rakyat yang akhirnya memuncak pada tindakan brutal.

Seorang pemuda, yang diyakini memiliki hubungan emosional dengan Wiratanu III, merasa kecewa dan marah terhadap praktik korupsi dan ketidakadilan yang dilakukan oleh bupati tersebut.

Pemuda tersebut kemudian melakukan pembunuhan di depan Masjid Agung Cianjur, tempat yang kini menjadi saksi bisu dari tragedi ini.

Praktek mutilasi sebagai hukuman terhadap pemuda itu menambah luka batin masyarakat.

Baca Juga
Pastikan Pengerjaan Sesuai Standar, Bupati Cianjur Monitoring Pengerjaan Jalan di Tanggeung
Nasional & Regional · Berita terkait

Pembunuhan ini tidak hanya menyoroti kebrutalan pada masa feodal, tetapi juga menekankan betapa dalamnya ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan yang dianggap lebih berpihak pada kepentingan asing.

Wiratanu III mungkin dianggap sukses oleh VOC dalam bisnis kopi, tetapi kritik keras datang dari rakyatnya sendiri yang merasakan penderitaan akibat kebijakan tanam paksa.

Kisah cinta tragis antara Wiratanu III dan pemuda tersebut menunjukkan bagaimana perbedaan kelas sosial dapat mempengaruhi hubungan pribadi dan memicu konflik.

Peristiwa ini mengandung interpretasi yang bervariasi, dari sudut pandang dramatis hingga analisis sosial-politik yang kompleks.

Baca Juga
Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Jabar Asep Suherman Gelar Reses di Pagelaran Cianjur
Nasional & Regional · Berita terkait

Masjid Agung Cianjur, sebagai lokasi pembunuhan, kini menjadi simbol sejarah yang mengingatkan kita akan konflik sosial dan politik di masa lalu.

Cerita ini terus diingat sebagai cerminan betapa kompleksnya kondisi sosial dan politik di Jawa Barat pada masa lalu.

Masyarakat mengenang peristiwa ini dengan berbagai interpretasi, baik sebagai cerita rakyat yang dramatis maupun sebagai analisis mendalam mengenai ketidakadilan sosial pada zaman tersebut.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{