Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

BNPB: Memakai Strap Mask Memiliki Risiko Tinggi Tularkan Virus!

Terbit 25 Feb 2021 02:19 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
BNPB: Memakai Strap Mask Memiliki Risiko Tinggi Tularkan Virus! — Cianjur Update
BERISIKO: Ternyata penggunaan tali masker tak sepenuhnya bermanfaat, karena justru berisiko menularkan virus. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Jakarta – Siapa sih yang belum tahu strap mask? Itu tuh, tali masker yang kini tengah populer di masyarakat. Selain sudah menjadi bagian dari fesyen, tali masker juga dianggap mempermudah penggunaan masker saat beraktivitas.

Saat harus membuka masker, pengguna bisa cukup menggantungkan maskernya di leher dengan bantuan tali tersebut. Meski terlihat modis, namun ternyata penggunaan tali masker tak sepenuhnya bermanfaat, karena penggunaan tali justru berisiko menularkan virus.

“Sebenarnya, bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain, kecuali dengan bagian tubuh,” ungkap Alexander dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, beberapa waktu lalu.

Iklan sevilage

Saat digantung, lanjutnya, masker akan mengenai pakaian, yang bisa jadi terkontaminasi virus. Padahal, aturan yang benar adalah bahwa masker tak boleh bersentuhan dengan benda apa pun, kecuali bagian tubuh.

Baca Juga
Honda Beat Karyawan PNM Mekaar di Cianjur Dicuri, Aksinya Terekam CCTV
Berita · Berita terkait

Masker, lanjut Alexander, tak seharusnya terlalu sering dilepas-pasang. Pasalnya, sangat mungkin ada virus yang menempel di permukaannya. Saat disentuh, tangan yang terkena bagian terkontaminasi akan menularkan virus ke hidung atau mata saat menyentuh wajah.

“Naik turunnya masker itu yang kita khawatirkan, terlebih jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker, karena justru beresiko menularkan virus,” kata Alexander.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh dokter spesialis paru-paru, Erlang Samoedro,

Baca Juga
Kopi Nako Cianjur Bantah Stigma sebagai Tempat LGBT, Tegaskan Komitmen Jaga Kenyamanan dan Etika
Berita · Berita terkait

“Justru berbahaya, karena lapisan luar yang berhubungan dengan udara luar jadi bisa terkena kulit atau terpegang oleh tangan. Terus, nanti tangan menyentuh mata hidung,” ujar dokter spesialis paru-paru, Erlang Samoedro, dikutip Cianjur

Warganya Bahagia, Ketua RW 01 di Solokpandan Gelar Acara Gratis Jelang HUT RI ke-81
Berita · Berita terkait

Karena menurutnya, daripada menggantung masker lalu memakainya kembali, sebaiknya ganti saja masker yang digunakan. Terlebih, Erlang melanjutkan, masker yang basah, baik terkena air liur atau cairan keringat, perlu diganti. “Masker yang sudah basah tidak bisa berfungsi dengan baik,” paparnya.

Erlang mengatakan, masker sebaiknya dipakai tidak lebih dari delapan jam. Lebih dari delapan jam, masker harus diganti. Anda juga tetap disarankan mengganti masker saat masker sudah terasa basah meski belum habis delapan jam penggunaan.

“Iya, (kalau sudah basah) harus diganti, dan maksimal penggunaan (masker) sebaiknya tidak lebih dari delapan jam,” pungkasnya.(sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{