Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

BMKG Ungkap Penyebab Panas Ekstrem di Pulau Jawa, Kapan Berakhir?

Terbit 2 Oct 2024 08:00 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
BMKG Ungkap Penyebab Panas Ekstrem di Pulau Jawa, Kapan Berakhir? — Cianjur Update
Ilustrasi sinar matahari. (Foto: Pexels.com)

CIANJURUPDATE.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini menjelaskan penyebab suhu udara yang terasa sangat panas di Pulau Jawa.

Fenomena ini tengah ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di platform X (dulunya Twitter), di mana banyak warganet mengeluhkan kondisi udara yang terasa terik, meskipun beberapa wilayah Indonesia sudah mulai diguyur hujan di sore atau malam hari.

Berdasarkan pantauan BMKG pada 30 September 2024, suhu maksimum harian di Indonesia tidak hanya tinggi di Pulau Jawa, namun juga di Nusa Tenggara Barat, dengan suhu mencapai 36,6 derajat Celsius.

Iklan sevilage

Suhu di Sulawesi Selatan tercatat 36,5 derajat Celsius, sementara di Pulau Jawa mencapai 36,4 derajat Celsius.

Kepala Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa kondisi udara panas ini terjadi akibat cuaca cerah dengan tingkat pertumbuhan awan yang rendah, khususnya pada siang hari.

Baca Juga
Panas! Ketum HMI Cianjur Kritik Cak Imin soal NU: Jangan Pecah Umat
Berita · Berita terkait

“Kondisi ini menyebabkan penyinaran Matahari tidak terhalang oleh awan sehingga suhu siang hari terasa sangat terik,” jelas Andri dilansir kompas.com, Selasa (1/10/2024).

Andri juga menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya di selatan ekuator, masih mengalami musim kemarau.

Cuaca cerah yang mendominasi siang hari turut memperkuat intensitas sinar Matahari, membuat suhu semakin terasa panas.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelumnya mengumumkan bahwa Matahari akan berada tepat di atas Pulau Jawa pada 8-14 Oktober 2024.

Baca Juga
Tujuh Atlet Rampungkan Ekspedisi Lari Ekstrem 207 Kilometer dari Pantai Lugina ke Gunung Pangrango
Berita · Berita terkait

Fenomena ini terjadi akibat kemiringan sumbu rotasi Bumi sebesar 66,6 derajat terhadap ekliptika.

Dampaknya, penyinaran Matahari menjadi lebih intens, sehingga suhu permukaan Bumi pada siang hari mencapai puncaknya.

Namun, BMKG menekankan bahwa fenomena ini bukan satu-satunya penyebab udara panas.

“Faktor-faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan kelembapan udara turut memengaruhi kondisi suhu terik di wilayah tertentu,” tambah Andri.

Baca Juga
Lupa Matikan Kompor Saat Masak, Saung di Sindanglaya Cipanas Hangus
Berita · Berita terkait

BMKG memperkirakan bahwa kondisi udara panas ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2024.

“Cuaca cerah masih akan mendominasi siang hari, sehingga suhu panas kemungkinan besar masih terasa hingga akhir Oktober,” ucap Andri.

Menurut data BMKG, suhu harian tertinggi di Indonesia pada 30 September hingga 1 Oktober 2024 tercatat di Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin dan Sultan Muhammad Salahuddin, masing-masing mencapai 36,6 derajat Celsius.

Dengan kondisi cuaca seperti ini, masyarakat diharapkan untuk waspada dan menjaga kesehatan, terutama dengan memastikan asupan cairan yang cukup dan menghindari paparan sinar Matahari langsung terlalu lama.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{