Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Banyak Petani Gagal Panen, Harga Cabai Rawit Domba Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram

Terbit 15 Mar 2021 04:31 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Banyak Petani Gagal Panen, Harga Cabai Rawit Domba Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram — Cianjur Update
GAGAL: Akibat banyak petani gagal panen, harga cabai rawit domba kini berkisar Rp120 ribu per kilogram. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Cipanas – Selama bulan Rajab, harga komoditas cabai rawit masih terus melambung tinggi. Banyak Petani Gagal Panen, Harga Cabai Rawit Domba Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram. Terlebih untuk jenis cabai rawit domba yang harganya sudah menembus Rp120 ribu per kilogram.

Berdasarkan data informasi rata-rata harga bahan pokok di Pasar Tradisional UPTD Cipanas, pada Senin (15/3/2021) menunjukkan, harga cabai rawit merah berada di harga tertinggi di antara komoditas lainnya.

“Dari laporan petugas di lapangan memang di hari sebelumnya harga cabai rawit domba ini berkisar Rp100 ribu per kilogram dan sempat turun menjadi Rp80 ribu. Namun awal bulan ini kembali naik menjadi Rp120 ribu,”ujar Bendahara UPTD Pasar Cipanas, Iman Rohiman kepada

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Iman mengatakan, mahalnya komoditas berjenis cabai rawit domba tersebut diakibatkan kurangnya stok pasokan dari petani cabai, sehingga pedagang pasar mengalami kesulitan mencari cabai rawit dan akhirnya harga menjadi tinggi.

“Yah, mungkin tingginya harga cabai rawit domba ini akibat musim hujan. Tak sedikit ketika di awal tahun dan musim hujan ini petani selalu gagal panen jadi imbasnya stok menjadi langka,” jelasnya.

Sementara itu, petani cabai rawit domba asal Desa Batulawang Cipanas, Agus (54) mengaku, saat ini ia memang selalu mengalami gagal panen. Menurutnya, hal tersebut karena saat musim penghujan, cabai tidak bisa tumbuh baik dan buahnya selalu busuk dan kualitasnya jelek.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Cianjur 2026 Sukses Gaet Ribuan Peserta, Dongkrak Potensi Daerah Hingga UMKM
Berita · Berita terkait

“Iya kang, kalau musim hujan gini memang suka jelek untuk penanaman cabai rawit ini, karena memang buah akan selalu busuk dan rontok atau pada jatuh,” ucapnya.

Lanjut Agus, pihaknya sudah beberapa kali memakai segala macam obat agar bagus untuk buah dan tidak busuk, akan tetapi belum ada hasilnya.

“Biasanya saya bisa panen cabai sampai satu kwintal lebih, akan tetapi sekarang hanya bisa panen sekitar 50 kilogram. Sisanya semua cabai busuk dan tidak layak jual,” tutupnya.(ct6/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{