Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Bagaimana Puasa Ramadan di Zaman Rasulullah SAW?

Terbit 14 May 2019 06:14 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Bagaimana Puasa Ramadan di Zaman Rasulullah SAW? — Cianjur Update
Ilustrasi seseorang yang sedang berdoa.

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur — Puasa Ramadan merupakan ibadah mulia yang dilaksanakan oleh seluruh umat muslim di dunia. Namun, bagaimana dengan ibadah puasa yang dilakukan Rasulullah SAW? Apakah sama dengan puasa kita selama ini?

Menurut Kosasih, Guru Sejarah Kebudayaan Islam MAN 1 Cianjur, Rasulullah SAW berpuasa di bulan Ramadan dengan melaksanakan semua ibadah wajib maupun sunah.

BACA JUGA: Bagaimana Stok Darah Cianjur Selama Ramadan?

Iklan sevilage

“Rasulullah beribadah di bulan Ramadan, seperti di waktu-waktu biasa. Beliau dzikir, salat tarawih. Terkadang beliau salat tarawih di masjid, terkadang di rumah karena takut umatnya menanggap bahwa ibadah salat tarawih itu wajib,” paparnya saat diwawancara pada Selasa (14/05/2019).

Baca Juga
Atasi Kebakaran Gunung Gede-Pangrango, Polres Cianjur Modifikasi Alat Pemukul Gepyok
Berita · Berita terkait

Kosasih menuturkan, Rasulullah SAW salat tarawih sebanyak 11 Rakaat. “Rasulullah itu salat tak pernah dikurangi, tak pernah dilebihkan, sebelas (rakaat, red). Jika ada yang salat 23 rakaat itu pemahaman masing-masing karena di zaman sahabat nabi juga ada yang salat hingga 43 rakaat,” tuturnya

Itikaf pun dilakukan sepenuhnya di masjid selama 10 hari terakhir. “Di Zaman Rasul itu full itikafnya, di masjid aja seharian beribadah. Perbedaannya dengan sekarang, kan sekarang kita banyak aktifitas di siang hari. Jadi kebanyakan hanya beritikaf di malam hari hingga esoknya,” kata dia.

Kosasih menambahkan, puasa merupakan sarana peningkatan keimanan kepada Allah swt. Ada ayat Qauniyah yang menceritakan tentang seekor ulat yang membungkus dirinya menjadi kepompong. Mereka bertahan sampai akhirnya menetas dan terbang dengan sayap. Hal itu diibaratkan dengan puasa Ramadan.

Baca Juga
Diduga Hendak Tawuran, Tiga Pelajar SMK di Cianjur Diamankan
Berita · Berita terkait

BACA JUGA: Buku Ramadan Dulu dan Sekarang

“Kalau kita bukan untuk terbang, tapi untuk meningkatkan kesadaran, keimanan, terhadap apa yang telah diperintahkan oleh Allah,” tambahnya.

“Pemuda masa kini pun jika dipupuk ilmu pengetahuan agamanya insya Allah akan sadar dengan sendirinya. Bukan karena teman, bukan karena lingkungan, tapi karena kesadarannya terhadap apa yang diperintahkan.” pungkasnya. (ct1)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{