Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Aliansi Masyarakat Cipanas Desak Penghentian Total Proyek Geothermal: Ini Masuk Kawasan Konservasi

Terbit 14 Apr 2026 14:41 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
Aliansi Masyarakat Cipanas Desak Penghentian Total Proyek Geothermal: Ini Masuk Kawasan Konservasi — Cianjur Update
Aliansi masyarakat mendesak agar pemerintah segera menghentikan total proyek tersebut karena dikhawatirkan mengancam kelestarian lingkungan dan kawasan konservasi. Foto: Rendi Irawan/ Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM – Rencana pengembangan proyek energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango terus menuai penolakan dari masyarakat yang tinggal di wilayah penyangga.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (14/4/2026), aliansi masyarakat mendesak agar pemerintah segera menghentikan total proyek tersebut karena dikhawatirkan mengancam kelestarian lingkungan dan kawasan konservasi.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Gabungan DPRD Cianjur ini mempertemukan pihak Komisi I dan III DPRD, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Cianjur, pihak perusahaan PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP), serta perwakilan organisasi masyarakat dari GSK, AMGP, PATRA, dan Surya Kadaka Indonesia.

Iklan sevilage

Perwakilan masyarakat yang hadir menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai dampak ekologis jangka panjang dari proyek ini, mengingat lokasi Gunung Gede Pangrango memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi dan merupakan sumber air krusial bagi wilayah sekitarnya.

Ketua Surya Kadaka Indonesia, Sabang Sirait, dengan tegas menyatakan harapannya agar proyek ini tidak dilanjutkan demi menjaga kelestarian lingkungan.

“Harapan saya ke depan kegiatan geothermal ini harus berhenti secara paripurna, tidak ada lagi kegiatan geothermal di Kabupaten Cianjur terutama di Kecamatan Pacet dan Cipanas,” ujar Sabang.

Sementara itu, Ketua GSK, Aryo, menyampaikan bahwa masyarakat masih memiliki keraguan besar atas komitmen pemerintah dan perusahaan dalam melindungi lingkungan mereka. Ia mendorong warga untuk mengajukan nota keberatan resmi.

Baca Juga
Pemkab Cianjur Tertibkan Bangunan Tidak Berizin di Kawasan RUMIJA dan DAS Ciranjang
Berita · Berita terkait

“Banyak yang tidak yakin dengan keputusan bapak-bapak di DPRD, apalagi dari pihak perusahaan. Penolakan rakyat harus dibuat dalam bentuk nota keberatan ke DPRD dan tembusannya langsung ke Kementerian ESDM,” kata Aryo.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Igun Hendra Gunawan, membenarkan bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan menjadi salah satu poin utama penolakan warga yang disampaikan dalam forum tersebut.

“Warga masyarakat di sekitaran Cipanas dan sekitarnya mereka menyampaikan aspirasi terkait dengan proyek geothermal yang ada di Kecamatan Cipanas dan Pacet. Mereka menyampaikan hari ini dengan beberapa alasan bahwa mereka meminta untuk menghentikan sementara kegiatan proyek geothermal ini,” kata Igun.

Igun merinci tiga keberatan utama masyarakat: potensi dampak negatif lingkungan di masa depan, habisnya batas waktu surat kementerian, serta minimnya manfaat nyata bagi warga sekitar.

“Yang kedua karena ada kekhawatiran dari masyarakat bahwa ada dampak negatif nanti ke depan kalau proyek geothermal ini dilanjutkan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, DPRD meminta penolakan ini diajukan dalam bentuk resmi.

“Kami meminta bahwa teman-teman yang merasa keberatan atau menolak untuk menyampaikan penolakan ini dalam bentuk tertulis supaya jelas apa yang menjadi keberatan,” tambahnya.

Baca Juga
Pemkab Cianjur Tertibkan PKL di Kawasan Eks Longsor Gempa Cugenang dan Puncak Pass
Berita · Berita terkait

Proyek geothermal ini memang menjadi isu sensitif karena posisinya yang berdekatan dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Meskipun menyerap aspirasi tersebut, Igun menegaskan bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan proyek ini.

“Kalau bertanya apakah ini berlanjut atau tidak, kita tidak punya kapasitas karena ini proyek strategis nasional dan menjadi kewenangan pemerintah pusat,” kata Igun.

Dari sisi teknis, Ahli Geologi Panas Bumi ITB, Ir. Niniek Rina Herdianita, menjelaskan bahwa Gunung Gede Pangrango memiliki potensi besar mencapai 80 megawatt (MW), yang dapat memperkuat pasokan listrik di Jawa Barat.

“Proyek yang saat ini dalam tahap eksplorasi memerlukan pengeboran hingga kedalaman 3.000 meter untuk memastikan cadangan energi,” ungkap dia.

PT DMGP juga menekankan bahwa geothermal merupakan alternatif energi yang krusial untuk menjaga ketahanan energi nasional seiring naiknyaharga energi fosil.

Kepala teknisi DMGP, Yunis, menjelaskan bahwa energi panas bumi merupakan salah satu alternatif penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Baca Juga
Dipicu Pembakaran Sampah, Lahan Alang-Alang di Pinggir Jalan Raya Cipanas Hangus Terbakar
Berita · Berita terkait

Ia menyinggung meningkatnya harga energi fosil sebagai alasan pentingnya pengembangan energi baru.

“Dengan naiknya harga minyak sekarang Indonesia membutuhkan energi pengganti,” ujarnya.

Yunis juga menjelaskan bahwa persoalan gempa yang sering dikaitkan dengan geothermal perlu dipahami secara ilmiah.

“Gempa itu ada dua penyebab utama, yaitu tektonik dan vulkanik,” jelasnya.

Ia juga menyatakan bahwa perbedaan pendapat dalam masyarakat merupakan hal yang biasa terjadi.

“Dalam kehidupan ini ada yang setuju dan ada yang tidak setuju,” tutup dia.***

Editor: Dadan Suherman

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{