Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Waspadai Varian Omicron, Cianjur Minta Pemerintah Pusat Tutup Keluar Masuk Negara

Terbit 30 Nov 2021 07:59 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Waspadai Varian Omicron, Cianjur Minta Pemerintah Pusat Tutup Keluar Masuk Negara — Cianjur Update
WASPADA: Waspadai Covid-19 Omicron, Cianjur minta pemerintah pusat tutup keluar masuk negara (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Mewaspadai Covid-19 varian Omicron yang disebut lebih menular daripada varian sebelumnya, Pemkab Cianjur berharap pemerintah pusat menutup akses keluar masuk negara.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, kekhawatiran ini sudah disampaikan pada Kementerian Kesehatan. Terutama terhadap kasus import dari negara yang memang sudah terdeteksi varian tersebut.

Ia mengatakan, sudah ada beberapa negara yang disebut terkonfirmasi adanya varian Omicron, seperti Hongkong. Namun, Yusman menyebut, pemerintah pusat hanya menerapkan sistem karantina.

Iklan sevilage

Karantina yang dilakukan untuk kasus Omicron itu terhitung 10 hari, mulai dari entry test ketika dia datang dan exit test. Termasuk juga dilakukan genome sequencing atau penemuan struktur gen, apakah itu merupakan varian lama atau varian baru. kalau varian baru apakah menjurus ke Omicron atau bukan,” ujarnya kepada Cianjur

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

Sementara di daerah, lanjutnya, ketika isu varian Omicron ini sudah menjadi penanganan WHO, pemerintah pusat diharapkan menerapkan kebijakan menutup arus kedatangan warga dari luar negeri terutama negara yang sudah terkonfirmasi.

“Tapi itu juga bertentangan dengan WHO, karena tidak memperbolehkan negara menutup keluar masuk negara. Ini dilema, di satu sisi pemerintah mau membatasi perjalanan, tapi di tingkat WHO justru tidak boleh menutup perjalanan negara apapun, baik yang terkonfirmasi maupun tidak,” terang Yusman.

Di Kabupaten Cianjur, lanjut Yusman, akan lebih sulit ketika kasus varian Omicron sudah masuk ke Indonesia.

Sebab, pihaknya tidak mengetahui berapa banyak dan identitas warga Cianjur yang pulang dari luar negeri, khususnya negara yang terdapat kasus varian Omicron.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

“Itu butuh adanya keterbukaan dan dari pemerintah pusat juga harus mengirimkan notifikasi ke Cianjur by name by addres. Orang-orang yang misalkan TKI atau relawan yang pulang dari negara yang terkonfirmasi Omicron,” papar Yusman.

Akan tetapi, sambungnya, sampai sekarang, pihaknya belum menerima pemberitahuan sama sekali terkait kedatangan warga Cianjur dari negara yang terkonfirmasi kasus varian Omicron, baik keberadaan maupun kondisinya.

“Jadi kita di sini sifatnya masih menunggu adanya pemberitahuan dari pusat terkait kedatangan orang-orang yang menjadi warga Cianjur yang perlu kami pantau. Kami sudah siap di sini untuk berkoordinasi, tentunya secara teknis di tingkat puskesmas,” tutupnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{