Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Viral, Pemilik Klinik Khitan di Cianjur Diduga Gampar Pasien Anak: Saya Akui Itu Refleks

Terbit 14 May 2025 13:38 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Viral, Pemilik Klinik Khitan di Cianjur Diduga Gampar Pasien Anak: Saya Akui Itu Refleks — Cianjur Update
Potongan video yang beredar luas saat terjadinya dugaan kekerasan oleh pemilik khitan di Cianjur.

CIANJURUPDATE.COM – Sebuah klinik rumah khitan di Kampung Sindangsari, Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Hal itu menyusul viral nya rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang anak balita saat menjalani proses khitan.

Dalam rekaman yang beredar luas, tampak seorang balita sedang menjalani prosedur khitan.

Iklan sevilage

Di tengah proses tersebut, terlihat gerakan dari tangan sang balita yang mengindikasikan adanya perlawanan atau ketidaknyamanan.

Namun, secara tiba-tiba, pria yang diduga pemilik klinik rumah khitan terlihat melayangkan tangan dan memukul anak tersebut.

Baca Juga
Atasi Kebakaran Gunung Gede-Pangrango, Polres Cianjur Modifikasi Alat Pemukul Gepyok
Berita · Berita terkait

Dani Radiana, pemilik klinik rumah khitan, saat ditemui wartawan di tempat praktiknya pada Rabu 14 Mei 2025, memberikan penjelasan terkait kronologis kejadian. Ia membenarkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Kamis, 8 Mei 2025, saat orang tua balita datang ke kliniknya untuk mengkhitan kan sang anak.

“Saat dikhitan, anak tersebut berontak,” ungkap Dani.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa dirinya secara spontan melakukan pemukulan terhadap anak tersebut. “Itu di bawah alam sadar saya karena reflek,” katanya.

Dani menyatakan penyesalannya atas tindakan refleknya tersebut dan menyadari bahwa hal itu seharusnya tidak terjadi. Kendati demikian, ia juga mengungkapkan alasannya melakukan tindakan tersebut.

Baca Juga
Diduga Hendak Tawuran, Tiga Pelajar SMK di Cianjur Diamankan
Berita · Berita terkait

Menurutnya, proses khitan memerlukan konsentrasi dan ketelitian yang tinggi. “Tindakan (khitan) itu perlu fokus dan dan pikiran yang jernih,” ujarnya.

Pasca kejadian, tepatnya tiga hari kemudian, Dani mengaku telah melakukan mediasi dengan pihak keluarga balita. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

“Kami bersepakat islah. Saling memaafkan. Bahkan dilakukan doa bersama yang disaksikan ketua RT dan Babinsa,” tuturnya.

Namun, Dani mengaku terkejut ketika rekaman video kejadian tersebut kembali muncul dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Baca Juga
Polisi Periksa Saksi Hingga Dalami Motif Dugaan Tawuran Antar Pelajar di Cianjur
Berita · Berita terkait

Menanggapi hal ini, Dani berencana untuk kembali menghubungi keluarga balita guna melakukan klarifikasi lebih lanjut.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menjalani mediasi kembali jika memang diperlukan.

“Kalau seperti ini saya akan menempuh mediasi untuk kedua kalinya. Saya akan bertemu dengan keluarganya untuk mengklarifikasi,” pungkasnya.***

Editor: Dadan Suherman

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{