Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Satgas: Plasma Darah Konvalesen Bisa jadi Obat Bagi Pasien Covid-19 dengan Gejala Berat

Terbit 29 Jan 2021 11:59 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Satgas: Plasma Darah Konvalesen Bisa jadi Obat Bagi Pasien Covid-19 dengan Gejala Berat — Cianjur Update
OBAT: Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19, dr Yusman Faisal mengatakan bahwa plasma darah konvalesen dapat diistilahkan sebagai obat bagi pasien Covid-19 dengan gejala berat. (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Plasma darah konvalesen digadang dapat menjadi obat Covid-19. Namun, tentu saja tidak mudah, karena harus melalui berbagai proses, agar bisa diberikan secara aman kepada pasien positif Covid-19.

Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19, dr Yusman Faisal mengatakan, plasma darah konvalesen dapat diistilahkan sebagai obat.

“Plasma darah itu kita istilahkan sebagai obat dan vaksin sebagai pencegahan,” tuturnya kepada Cianjur

Pasien Panik, Babi Hutan Masuk Puskesmas Campaka Cianjur
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Yusman menyebut, ada sejumlah proses yang harus dilalui agar bisa menjadi obat, yaitu plasma darah yang diambil dari penyintas atau orang yang sudah sembuh dari Covid-19. Menurutnya, selama dua minggu dan maksimal satu bulan, orang yang sembuh dari Covid-19 baru bisa mendonorkan plasma darahnya.

“Diambilnya itu dua mingguan atau satu bulan setelah sembuh, kemudian diolah terlebih dahulu sebelum disuntikkan,” jelasnya.

Sebab, dalam kondisi itu, antibodi tengah dalam kondisi yang baik dan bagus, sehingga dirasa tepat untuk didonorkan sebagai obat.

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

“Kalau lebih dari waktu tersebut itu tidak bisa didonorkan,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Yusman, untuk kriteria penerima pun tidak bisa sembarangan atau hanya orang-orang tertentu saja, seperti orang yang memiliki sakit kritis dengan risiko tingkat kematian tinggi.

“Kriteria penerima plasma hanya untuk pasien dengan gejala berat atau yang sakit kritis, sementara sakit ringan tidak diberikan. Karena tingkat kematian orang yang memiliki sakit kritis sangat tinggi, sehingga menjadi prioritas pemberian plasma ini,” tutupnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{