Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Ridwan Kamil Minta Kemenag Jabar Evaluasi Giat Cinta Alam Berisiko

Terbit 16 Oct 2021 01:23 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Ridwan Kamil Minta Kemenag Jabar Evaluasi Giat Cinta Alam Berisiko — Cianjur Update
EVALUASI: Gubernur Jabar, Ridwan Kamil meminta Kemenag dan bupati untuk mengevaluasi kegiatan cinta alam berisiko. (Foto: Instagram Ridwan Kamil)

CIANJURUPDATE.COM – Gubernur Jawa Barat (Jabar) angkat suara terkait meninggalnya 11 orang siswa MTs Harapan Baru Cijantung Ciamis yang ditemukan tewas, karena tenggelam di Sungai Cileueur, Jumat (15/10/2021).

Ia pun meminta kepada Bupati Ciamis dan Kemenag Jabar untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan cinta alam yang memiliki risiko tinggi tersebut.

“Saya sudah meminta Bupati dan Kemenag Jabar untuk mengevakuasi kegiatan yang berisiko, melalui pengetatan standar keamanan dan keselamatan secara maksimal,” ujar Ridwan Kamil melalui akun Instagramnya, Sabtu (16/10/2021).

Iklan sevilage

Ridwan Kamil pun menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada para korban meninggal dan seluruh keluarga yang ditinggalkan.

“Semua korban sudah ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Alfatihah dan doa terbaik kepada para siswa yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, M Ali Ramdhani mengatakan, pihaknya menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Ia pun minta kegiatan serupa ke depannya untuk dievaluasi dan bahkan ditiadakan.

Baca Juga
Aksi Pencurian Uang Dalam Kotak Amal Masjid Ar-Rahman Terekam CCTV
Berita · Berita terkait

“Kami sampaikan duka mendalam. Semoga keluarga para siswa tetap tabah dan sabar. Para siswa meninggal saat ikut proses pendidikan, Insya Allah mereka syahid,” paparnya dalam siaran tertulis, Jumat (15/10/2021).

Menurutnya, evaluasi dilakukan secara menyeluruh pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler madrasah, khususnya giat yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap kematian.

“Keamanan dan keselamatan dalam kegiatan pembinaan madrasah harus menjadi perhatian dan prioritas utama. Giat yang berisiko tinggi harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan. Ini akan kita evaluasi,” ujarnya.

Sebelumnya, 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung Ciamis yang ditemukan tewas, karena tenggelam di Sungai Cileueur, Jumat (15/10/2021).

11 korban tersebut, terdiri dari delapan laki-laki dan tiga perempuan.

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

Secara keseluruhan, kegiatan susur sungai diikuti sekitar 150 siswa dan berasal dari kelas 7 dan 8.

Pengurus Pesantren Cijantung, Dandeu Rifai menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat semua siswa terlibat dalam kegiatan susur Sungai Cileueur yang berada di Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Bupati Ciamis, H Herdiat Sunarya mengatakan, berdasarkan dari keterangan pihak sekolah, saat kegiatan ada 150 peserta yang mengikuti agenda rutin Pramuka itu.

Namun, dari 150 siswa yang ikut, hanya 139 orang saja yang kembali. Kemudian, dua siswa mengalami kritis dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Ada 11 orang yang meninggal, 8 laki-laki dan 3 perempuan,” ujarnya kepada wartawan, melansir Suara.Com, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga
Terjaring Razia Knalpot Brong, Dua Pria Diduga Pengedar Obat Terlarang Berdalih Alami Gangguan Jiwa
Berita · Berita terkait

Ia mengatakan, saat kejadian, ada dua orang guru yang mencoba menyelamatkan para siswa itu. Namun, keduanya masih pingsan. Ia harap dalam keadaan selamat.

Dalam musibah susur sungai berujung maut itu, Pemkab Ciamis pun menyampaikan duka cita mendalam. Ia berharap, tidak ada lagi korban jiwa dalam kegiatan tersebut.

“Kami atas nama pemerintah menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian ini dalam kegiatan kepanduan Pramuka yang memang rutin dari pihak sekolah,” imbuhnya.

Herdiat pun mengungkapkan, kondisi air Sungai Cileueur sebenarnya cukup tenang. Namun, karena di lokasi tersebut merupakan pertemuan dua aliran sungai. Sehingga ada perputaran air di dalamnya.

“Semua siswa yang meninggal tenggelam itu ditemukannya di sana. Nanti info terbarunya akan kami sampaikan lagi,”pungkasnya.(sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{