Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Pria Cianjur Meninggal Usai Minum Kopi Cleng, Dinkes Awasi Apotek

Terbit 2 Dec 2019 09:57 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Pria Cianjur Meninggal Usai Minum Kopi Cleng, Dinkes Awasi Apotek — Cianjur Update
Foto: ilustrasi kopi/pixabay

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Seorang pria berinisial IS (40), warga Desa Cibodas, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur meninggal dunia usai meminum Kopi Cleng, belum lama ini. Selain itu dua warga lainnya sempat dirawat di rumah sakit usai mengonsumsi kopi yang konon dapat meningkatkan keperkasaan.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy, mengatakan, kopi tersebut memiliki bahan kimia yang berbahaya. Selain itu, Kementrian Kesehatan telah menerbitkan peringatan atas kopi tersebut sejak tahun 2011. sindenaftil dennafil

“Sebenarnya kopi ini sudah menjadi public warning sejak tahun 2011 oleh Kementrian Kesehatan. Selain itu, disinyalir izin edarnya juga palsu. Kopi itu memiliki dua zat kimia obat yaitu sindenaftil denafil,” tuturnya saat dihubungi, Senin (02/12/2019).

Baca Juga
Perkuat Kemitraan Antar Koperasi, Dekopinda Cianjur Temu Bisnis Pengusaha dan Lembaga Keuangan
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Atas kejadian tersebut, Dinkes Cianjur mengimbau seluruh puskesmas untuk mengawasi apotek dan toko obat yang ada di Kabupaten Cianjur. Pengawasan itu difokuskan pada bahan yang berbahaya dan tanggal kadaluwarsa.

“Atas kejadian ini, Kabupaten Cianjur melalui Dinkes Cianjur mengintruksikan kepada seluruh puskesmas untuk monitoring ke apotek dan toko obat di seluruh Cianjur. Dilihat bahan berbahaya, kadaluwarsa, jika ditemukan akan ada tindakan sesuai aturan yang berlaku,” kata dia.

Selain itu, ia menyebutkan, obat itu sudah menyebat luas ke apotek dan toko obat di wilayah Cianjur. Namun, untuk mengawasi pengedaran di warung-warung, Irvan mengimbau masyarakat untuk bekerja sama mengawasi produk tersebut.

Baca Juga
Soal Konflik Antarpelajar di Cianjur, Pemda Dorong Kolaborasi Semua Lini
Berita · Berita terkait

“Produk kopi itu (Cleng) sudah menyebar luas ke apotek dan toko obat. Kalau ke warung itu terlalu luas jadi kita bekerja sama dengan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam hal penanganan, pihak Dinkes Cianjur berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa. Sejak 30 November 2019 lalu, pihak Dinkes sudah mulai berkeliling untuk melakukan pemantauan.

“Sementara itu kami juga dibantu aparat kecamatan dan aparat desa untuk melakukan penanganan. Bahkan dari tanggal 30 Novemver kemarin itu sudah mulai berkeliling untuk melakukan pemantauan.” pungkasnya.(afs)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{