Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Petani Cianjur Keluhkan Harga Gabah Terlalu Rendah, Minta Bulog Segera Bertindak!

Terbit 20 Jan 2025 06:32 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Petani Cianjur Keluhkan Harga Gabah Terlalu Rendah, Minta Bulog Segera Bertindak! — Cianjur Update
Seorang petani di Cianjur mengeluhkan harga gabah yang hanya Rp 5.200 per kg, jauh dari harga HPP yang ditetapkan Rp 6.500 per kg. (Foto: Unsplash.com)

Guys, pernah bayangin gak sih, gimana rasanya jadi petani yang udah capek-capek tanam padi, eh ternyata hasilnya malah dibeli dengan harga yang nggak sebanding sama usaha dan biaya yang dikeluarkan?

Nah, hal inilah yang dirasakan oleh Ujang Rahmat, petani padi asal Desa Sindangkerta, Cianjur, Jawa Barat. Dia bilang, gabah yang ia jual cuma dihargai Rp 5.200 per kilogram.

Gila banget kan? Padahal, harga yang ditetapkan pemerintah buat gabah itu seharusnya Rp 6.500 per kilogram, guys.

Iklan sevilage

Pusing deh, Harga Gabah Merosot

Baca Juga
Kawal Perda Keolahragaan, Golkar Cianjur Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Atlet
Berita · Berita terkait

Menurut Ujang, dia terpaksa jual gabah ke tengkulak karena harga yang ditawarkan memang yang paling tinggi di antara yang lain, yakni Rp 5.200 per kilogram.

Tapi dia gak mau terus-terusan kayak gini, guys. Ujang dengan tegas meminta agar Bulog turun tangan langsung ke lapangan untuk beli gabah dengan harga sesuai Harga Pokok Penjualan (HPP) yang udah ditetapkan pemerintah.

“Kami pengen Bulog bisa beli gabah kami sesuai HPP Rp 6.500 per kilogram yang udah ditetapkan sejak 15 Januari 2025,” ucapnya.

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

Petani Butuh Langkah Nyata

Dengan harga yang lebih layak, Ujang berharap dia bisa merasakan keuntungan dari hasil panen yang lebih adil, tanpa harus terjebak dalam kerugian terus-menerus.

Menurutnya, harga gabah Rp 5.200 per kilogram jauh banget gak sesuai sama biaya operasional yang dikeluarkan untuk menanam padi.

Coba bayangin, guys, Ujang ngelola sawah seluas 2 hektare, dan baru aja memanen 8.000 m² lahan dengan hasil sebanyak 4 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Baca Juga
Ratusan Massa Gelar Aksi Tolak LGBT, Datangi Tiga Kafe di Cianjur
Berita · Berita terkait

Meski produktivitas lahan mencapai 5,8 ton per hektar, biaya operasional yang harus ia keluarkan mencapai Rp 10 juta per hektare.

“Harga jual gabah sekarang itu sangat memberatkan petani,” tutupnya dengan nada kecewa.

Gimana menurut kalian, guys? Semoga aja Bulog bisa segera turun tangan biar petani gak makin terpuruk, ya!

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{