Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Pemkab Ajak Warga Tanam Kebutuhan di Pekarangan, Pakar Pertanian Beri Pandangan Berbeda Soal Ketahanan Pangan

Terbit 15 Jan 2025 08:04 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Pemkab Ajak Warga Tanam Kebutuhan di Pekarangan, Pakar Pertanian Beri Pandangan Berbeda Soal Ketahanan Pangan — Cianjur Update
Bupati Cianjur H Herman Suherman dan Pakar Pertanian Bustanul Arifin mengemukakan pandangan berbeda terkait solusi ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi krisis pangan global. (Foto: Pexels.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengajak masyarakat untuk menciptakan kemadirian daerah dalam menciptakan ketahanan pangan.

Bupati Cianjur H Herman Suherman meminta masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan dapur sehari-hari sebagai langkah antisipasi kelangkaan pangan saat musim paceklik.

“Ketahanan pangan adalah keunggulan sebuah daerah. Jika suatu daerah mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya, maka daerah itu unggul,” ujar Herman, Rabu (15/8/2025).

Iklan sevilage

Herman menyebut kebijakan Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto yang menekankan ketahanan dan swasembada pangan lokal sejalan dengan upaya pemerintah daerah.

Baca Juga
Fraksi Golkar Cianjur Siap Kawal Dukung Visi-Misi Pemkab Lewat Dua Perda Baru
Berita · Berita terkait

Ia menyoroti dampak kemarau panjang tahun lalu yang membuat harga beras melambung tinggi dan sulit didapatkan, sebagai ancaman serius bagi masyarakat.

“Hal ini menjadi masalah serius, terutama bagi warga Cianjur. Saya mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan dengan cara kreatif dan inovatif, serta mendorong pemerintah desa memanfaatkan 20% dana desa untuk ketahanan pangan,” tambahnya.

Namun, pandangan ini mendapat perhatian berbeda dari Pakar Pertanian Bustanul Arifin, yang menilai akses pangan lebih krusial dibandingkan kemandirian lokal.

Baca Juga
Terhimpit Rencana Agrowisata, Warga Ciseureuh Batulawang Cemas Kehilangan Tempat Tinggal dan Masa Depan Anak
Berita · Berita terkait

“Kalau saya, prioritas pertama adalah bagaimana masyarakat bisa makan? Akses,” tegas Bustanul dilansir Investor.id, Kamis (15/8/2025).

Bustanul menyebut ketahanan pangan bukan sekadar soal menanam, tetapi tentang memastikan masyarakat memiliki akses, baik secara fisik maupun ekonomi, untuk mendapatkan pangan.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan perut, tetapi juga otak. Kalau pangan cukup dan bergizi, masyarakat menjadi pintar, cerdas, dan daya saingnya meningkat,” jelasnya.

Baca Juga
Golkar Cianjur Dukung Pemkab Bangun Infrastruktur Merata
Berita · Berita terkait

Menurut Bustanul, meski ketersediaan pangan nasional melimpah, distribusinya tidak merata, terutama di daerah-daerah terpencil.

Ia menilai masalah ketahanan pangan tidak akan selesai hanya dengan mendorong masyarakat menanam sendiri.

“Yang perlu diperhatikan adalah akses fisik, yaitu lokasi tempat tinggal masyarakat, dan akses ekonomi atau daya beli. Jika akses ini tidak diperbaiki, ketahanan pangan tetap menjadi tantangan,” imbuhnya.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{