Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Pedagang Manisan dan Buah Tangan Khas Cianjur Lesu saat Momen Lebaran 2026

Terbit 25 Mar 2026 13:06 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Pedagang Manisan dan Buah Tangan Khas Cianjur Lesu saat Momen Lebaran 2026 — Cianjur Update
Cianjur Update Media

CIANJURUPDATE.COM — Riuh rendah arus mudik lebaran tahun ini ternyata tak lantas membawa angin segar bagi para perajin dan pedagang manisan di Cianjur. Di sepanjang koridor Jalan Dr. Muwardi (Bypass) yang biasanya menjadi magnet bagi pemburu buah tangan, geliat transaksi justru terpantau lesu.

Tradisi membawa “buah tangan” manis sepulang kampung tampaknya mulai terkikis oleh pergeseran daya beli dan ketatnya kompetisi.

Alfan Samudra (22), seorang pegawai toko manisan di kawasan tersebut, tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mencatat adanya perbedaan kontras antara atmosfer Lebaran tahun ini dengan periode-periode sebelumnya.

Iklan sevilage

“Manisan di momen Lebaran sekarang sepi,” keluh Alfan saat ditemui di sela aktivitasnya, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga
Satresnarkoba Polres Cianjur Ungkap 32 Kasus Narkoba, Sita 17,1 Kg Ganja dan 479 Gram Sabu
Berita · Berita terkait

Meski volume pembeli menyusut, beberapa varian manisan tetap bertahan sebagai primadona di mata pelanggan yang datang. Manisan basah masih mendominasi selera pasar dibandingkan varian kering. Buah-buahan seperti salak, mangga, hingga anggur Bogor jenis canar tetap menjadi incaran utama bagi mereka yang masih setia menjaga tradisi oleh-oleh Cianjur.

“Ada salak, mangga, sama anggur juga. Anggur Bogor, namanya anggur canar, ada juga kedondong Bangkok juga, dan lain-lain lah banyak segala macam,” jelas Alfan.

Dari sisi harga, komoditas ini memiliki rentang yang cukup lebar, manisan basah seperti mangga dan salak dibanderol Rp60 ribu perkilogram sedangkan anggur Bogor dan kedondong Bangkok mencapai Rp80 ribu perkilogram. Manisan kering dijual lebih tinggi di kisaran Rp80 ribu hingga Rp160 ribu perkilogramnya, tergantung kerumitan proses dan jenis buahnya.

Baca Juga
Atasi Kebakaran Gunung Gede-Pangrango, Polres Cianjur Modifikasi Alat Pemukul Gepyok
Berita · Berita terkait

“Yang paling laris itu manisan basah, di manisan Mangga Salak, dan Anggur Bogor sih biasanya untuk sekarang,” tambahnya.

Angka-angka yang dipaparkan Alfan memberikan gambaran suram mengenai kondisi ekonomi pedagang kecil saat ini. Penurunan pendapatan bukan lagi sekadar fluktuasi, melainkan merosot tajam hingga titik yang mengkhawatirkan.

“Omset sekarang sepi, 1 jutaan aja. Kalau tahun sebelum-sebelumnya kurang lebih Rp7 juta. Nggak tentu sih,” ungkapnya membandingkan masa kejayaan toko dengan kondisi terkini.

Baca Juga
Diduga Hendak Tawuran, Tiga Pelajar SMK di Cianjur Diamankan
Berita · Berita terkait

Realita di hari biasa bahkan lebih pahit, di mana pendapatan seringkali hanya menyentuh angka ratusan ribu rupiah. “Kalau hari biasa ya, kadang-kadang cuma ratusan ribu. Mungkin Rp500 ribuan,” kata dia.

Menurunnya tren penjualan ini bukan tanpa sebab. Alfan menengarai bahwa menjamurnya pedagang serupa di kawasan Bypass membuat “kue” pasar semakin terbagi kecil. Margin keuntungan yang tipis dan beban operasional bahkan telah memaksa beberapa rekan seprofesinya gulung tikar.

“Sekarang sepi karena banyak saingan, di sini aja (Bypass) yang jualan banyak kan. Nah ada juga yang tutup juga karena penjualan kurang,” pungkasnya.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{