Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

P2TP2A: Kekerasan Mental Dalam Pacaran Picu Depresi Berat hingga Dorongan untuk Bunuh Diri

Terbit 28 Mar 2021 11:23 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
P2TP2A: Kekerasan Mental Dalam Pacaran Picu Depresi Berat hingga Dorongan untuk Bunuh Diri — Cianjur Update
DEPRESI: Pacaran tanpa batasan di usia sekolah bisa menimbulkan depresi berat hingga potensi untuk melakukan tindakan bunuh diri. (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Lidya Indayani Umar menjelaskan, kekerasan mental dalam pacaran di usia sekolah bisa membuat depresi berat. Bahkan berpotensi untuk melakukan tindakan bunuh diri.

“Anak remaja dalam pacaran kan masa pendekatan, kalau di masa sekolah pacaran itu harusnya ditanamkan sebagai penunjang prestasi agar jangan pacaran berlebihan. Ada ajaran agama dan ketentuan yang harus diikuti, ada etika dan norma masyarakat yang harus dipatuhi,” tuturnya kepada Iklan sevilage

“Harus saling support, bukan menjadikan pacaran untuk hubungan yang tidak sepantasnya dilakukan,” kata dia.

Baca Juga
Wujudkan Kemandirian Desa, Relawan Inspirasi Rumah Zakat Gencarkan Program Pemberdayaan di Sindangjaya
Berita · Berita terkait

Terlebih, lanjutnya, di era tingginya penggunaan gawai saat ini, anak usia sekolah bisa sangat mudah mengakses apapun dengan satu sentuhan. Termasuk konten-konten negatif yang tidak ada faedahnya.

“Itu juga bahaya. Tapi, kalau tidak diberikan mereka juga butuh untuk belajar daring. Sehingga memang butuh pengawasan dari pihak orang tua,” jelasnya.

Lidya menyebut, banyak faktor yang membuat anak depresi ketika menjalani masa pacaran.

“Memang banyak hal yang mengakibatkan anak sampai mau bunuh diri. Misalnya dia frustasi karena diputusin pacar atau bisa juga karena hamil dan pacarnya tidak bertanggung jawab, sehingga akhirnya memilih jalan pintas untuk bunuh diri,” ungkapnya.

Baca Juga
RS Edelweiss Cianjur Relaunch Prenatal Yoga, Kenalkan Hypnobirthing untuk Ibu Hamil
Berita · Berita terkait

Dengan gencarnya sosialisasi pencegahan perkawinan anak di bawah umur saat ini, Lidya menyebut, anak-anak mulai sadar tentang hak-hak mereka dalam pernikahan.

“Mereka mulai sadar khususnya bagi perempuan yang menikah siri itu sangat merugikan. Karena hak-hak anak akan hilang, hak sipil hilang, dan lain sebagainya,” paparnya.

Namun demikian, P2TP2A Cianjur tidak memiliki catatan jumlah anak yang bunuh diri di Kabupaten Cianjur, karena hal tersebut bersifat psikologis.

“Kami hanya mencatat kasus-kasus yang harus melalui tahap gelar perkara dulu, yang awalnya karena adanya tindakan kekerasan,” tandasnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{