Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Makin Lesu! Industri Buku Dicekal Pandemi, Dihantam Teknologi, dan Dicekik Pembajakan

Terbit 7 Mar 2021 07:31 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Makin Lesu! Industri Buku Dicekal Pandemi, Dihantam Teknologi, dan Dicekik Pembajakan — Cianjur Update
LESU: Di tengah hantaman pandemi Covid-19, bisnis penjualan buku fisik makin lesu dan menurun hingga 50 persen. (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Di tengah pandemi Covid-19, industri toko buku di Cianjur kembali mengalami tekanan ekonomi. Penjualan buku fisik menurun drastis, seiring imbauan pemerintah pada masyarakat untuk mengurangi mobilitas.

Hal itu dirasakan oleh Kios Buku Masjid Agung Cianjur. Toko buku yang berada di Jalan Siti Jenab Cianjur itu, kini harus menghadapi penurunan penjualan buku hingga 50 persen.

Pemilik Kios Buku Masjid Agung Cianjur, Riri mengatakan, biasanya selama sebulan pihaknya bisa menjual hingga 1.500 buku. Namun, kini harus berkurang drastis.

Iklan sevilage

“Sekarang rata-rata selama satu bulan hanya bisa menjual sekitar 800 buku. Turun sekitar 50 persen dari biasanya,” tuturnya kepada Cianjur

TMMD Ke-129, Rumah Warga Cibinong Cianjur Makin Kokoh, Progres Capai 37,6 Persen
Berita · Berita terkait

Meski begitu, hal ini ia rasakan pada awal pandemi Covid-19 berlangsung serta awal 2021. Sebab, pada akhir 2020, pelonggaran pembatasan sempat membantu membangkitkan lagi bisnisnya.

“Kalau Desember itu kita bisa kembali semula, mungkin karena pelonggaran pembatasan yang dilakukan pemerintah saat itu. Baru, setelah Januari 2021 hingga kini, kembali menurun,” jelasnya.

Putri mantan Ketua MUI Cianjur, KH Abdul Halim itu menjelaskan, tren buku digital dan pembajakan pun menjadi salah satu penyebab buku original kini sulit diminati.

Baca Juga
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat
Berita · Berita terkait

“Ditambah pandemi, mungkin masyarakat juga memilih membeli komditi mendasar yang lebih dibutuhkan dari pada buku,” paparnya.

Riri berharap, masyarakat mau kembali membeli buku fisik original. Ia menilai, membaca buku bisa menemani saat berada di rumah atau stres dengan dunia maya.

“Kami menyediakan banyak jenis buku. Cocok untuk dibaca saat berada di rumah, kalau lagi stres. Jadi, harapannya masyarakat bisa kembali membeli dan membaca buku,” ujarnya.

Salah seorang mahasiswa asal Cianjur, Fauzan (20) mengaku masih membeli buku fisik original meskipun harga lebih tinggi daripada buku bajakan.

Baca Juga
Dapur MBG Mangunkerta Rutin Evaluasi Bersama Sejumlah Pihak, Tekankan Pelayanan Menu Makin Optimal
Berita · Berita terkait

“Di tengah pandemi semua bidang ekonomi tertekan, tapi bukan berarti harus menghancurkan bisnis penulis dan penerbit dengan membeli buku bajakan,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan tren buku digital memang ramai diperbincangkan di kalangan mahasiswa. Namun, baginya buku fisik memiliki kesan tertentu.

“Teman-teman saya banyak yang membeli buku digital, mungkin karena lebih praktis. Tapi, bagi saya membeli buku fisik lebih berkesan,” tandasnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{