Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Komisi D DPRD Cianjur Dorong Penyelesaian Kasus Malpraktik di Sindangbarang

Terbit 21 May 2024 03:08 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Komisi D DPRD Cianjur Dorong Penyelesaian Kasus Malpraktik di Sindangbarang — Cianjur Update
Foto Algifari Nugraha (10), Seorang anak yang meninggal dunia diduga akibat malpraktik Puskesmas Sindangbarang. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan, menyoroti dugaan malpraktik di Puskesmas Sindangbarang yang menimpa seorang anak berusia sepuluh tahun.

Komisi D DPRD Cianjur telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur untuk menindaklanjuti kasus malpraktik tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Dinkes Cianjur, yang saat ini sedang melakukan penelusuran terkait kasus ini. Proses penelusuran medis tidak bisa dilakukan sembarangan, sehingga kami masih menunggu hasilnya,” ujar Atep Hermawan.

Iklan sevilage

Ia mendesak Dinkes Kabupaten Cianjur untuk segera menyelesaikan permasalahan ini agar jelas dan terbuka di hadapan publik.

Baca Juga
Pasien Panik, Babi Hutan Masuk Puskesmas Campaka Cianjur
Berita · Berita terkait

“Kami meminta agar masalah ini segera diselesaikan agar semuanya terang benderang,” tuturnya.

Sebelumnya, seorang anak bernama Dafa dari Kampung Cieurih, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, meninggal dunia pada 21 April 2024.

Kejadian bermula ketika Dafa mengalami gejala sering mengigau dan dibawa ke Puskesmas Sindangbarang. Di sana, Dafa diberikan infus yang awalnya membuat kondisinya membaik.

Namun, ibu Dafa, Sarifahlawati (44), mengungkapkan bahwa setelah diberikan suntikan antibiotik, kondisi Dafa memburuk dengan muntah-muntah dan kejang.

Baca Juga
RS Edelweiss Cianjur Relaunch Prenatal Yoga, Kenalkan Hypnobirthing untuk Ibu Hamil
Berita · Berita terkait

“Setelah diberikan suntikan antibiotik, Dafa mengalami muntah-muntah dan kejang,” ungkapnya.

Puskesmas kemudian memberikan suntikan penenang kedua, namun kondisi Dafa malah memburuk hingga koma.

“Anak saya tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal di Puskesmas Sindangbarang,” tambahnya.

Keluarga sempat meminta rujukan ke RSUD Pagelaran, namun tidak mendapat respons dari pihak Puskesmas.

Baca Juga
Seluruh Warga SMKN 1 Cianjur Peringati Hari Bersih-bersih Sedunia, Ratusan Kantong Sampah Terkumpul
Berita · Berita terkait

Kepala Puskesmas Sindangbarang, Nanang Priatna, menegaskan bahwa pihaknya telah bertindak sesuai prosedur dan kematian Dafa bukan disebabkan oleh suntikan yang diberikan.

“Kami telah mengikuti prosedur yang berlaku dan memiliki rekam medis yang lengkap. Terkait rujukan, ada prosedur yang harus diikuti,” jelasnya.

Nanang juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga Dafa dan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah memberikan penjelasan kepada polisi dan mengedukasi keluarga mengenai penanganan medis,” tutupnya.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{