Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Kenangan Saat Merantau ke Papua, Rukun dan Saling Menghormati

Terbit 24 Aug 2019 07:44 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Kenangan Saat Merantau ke Papua, Rukun dan Saling Menghormati — Cianjur Update
Tim Futsal Divisi 6 - PT. PMP Sorong, Papua Barat

– Aldian Kuswaya alias Waya (24), seorang pemuda lajang berdarah Sunda asal Sumedang pernah hidup merantau ke Papua. Kini ia sudah kembali ke Pulau Jawa dan tinggal di rumah orang tuanya di Kampung Cibeureum Wetan, Desa Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Banyak cerita selamaia bekerja di Papua, sekitar satu bulan yang lalu. Waya bersama 38 orang lainnya yang berasal dari Pulau Jawa merantau ke Papua. Mereka bekerja sebagai karyawan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Putera Manunggal Perkasa (PMP), yang berada di wilayah Kabupaten Sorong Selatan, tepatnya di Dusun Mangga Dua, Distrik Kais.

Mereka tinggal Satu atap dan berbaur bersama karyawan lain yang bersasal dari berbagai daerah. Seperti ada yang berasal dari Medan, Bengkulu, Makasar, Ambon, Ende, Kupang, Menggarai, Bima. Juga karyawan yang berasal dari Papua sendiri, karena mereka berada dalam satu divisi pekerjaan.

Iklan sevilage

“Setiap hari kami bersama, hidup berdampingan dan bekerjasama. Saling membantu dalam pekerjaan. Saling menolong dalam kebutuhan panganan. Serta saling mendukung dan menghormati bila ada kegiatan keagamaan masing- masing,” tuturnya kepada CIANJURUPDATE.COM, Sabtu (24/8/2019).

Baca Juga
Pria di Haurwangi Tewas Tertemper KA Siliwangi Saat Perbaiki Pipa Air
Berita · Berita terkait

PT. PMP memang menyediakan mess tempat tinggal karyawan yang ditempati bersama. Satu ruangan rumah biasanya diisi oleh empat orang karyawan. Para karyawan pun tidak pilih-pilih, artinya siapa saja yang asalnya dari mana saja. Otomatis semua karyawan pun hidup bersama dalam satu rumah.

Selalu Bersama

Masak dan makan bersama, mengambil jatah bahan makan dan minum bersama. Bahkan kalau ingin tambahan lauk-pauk pun, mereka mencari bersama. Misalnya bisa berburu atau memancing, hingga menanam sayur yang hasil panennya dibagi bersama.

“Tiap hari kami berinteraksi bukan hanya dengan kawan satu rumah saja. Di mess itu adalah satu divisi, yang dihuni oleh sekitar 60 sampai 80 orang karyawan. Saya orang Sunda, tinggal bersama satu teman dari Jawa tengah, satu teman dari Flores, dan satu teman lagi orang Bima,” tambahnya.

Baca Juga
Yon TP 938/Pancasona Kebut Pemasangan TPT Saat TMMD di Kampung Sindang Kasih Cibinong
Berita · Berita terkait

Ia juga menceritakan bahwa pimpinannya merupakan penduduk asli Papua. Menurutnya para pimpinannya itu sangat baik dan bijaksana.

“Kebetulan pimpinan kami ada dua orang yang asli penduduk Papua. Mereka begitu baik, bijaksana, rendah hati, sopan dan humoris. Hingga kami merasa seperti di rumah sendiri, betah, nyaman dan rukun bersama mereka,” pungkas Waya.(der)

Penulis : Mulyana Der

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{