Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Keluarga Pekerja Migran Asal Cianjur di Jepang Minta Bantuan Bupati, Jenazah Segera Bisa Dipulangkan

Terbit 29 Aug 2025 04:43 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Keluarga Pekerja Migran Asal Cianjur di Jepang Minta Bantuan Bupati, Jenazah Segera Bisa Dipulangkan — Cianjur Update
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian saat memeluk salah seorang keluarga pekerja migran di Jepang yang meninggal dunia dan meminta bantuan supaya jenazahnya bisa dipulangkan.

CIANJURUPDATE.COM – Ihsanudin (42), warga Kampung Lio, Desa Ciherang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, meninggal dunia di Jepang pada 15 Agustus 2025. Hingga kini, jenazahnya belum bisa dipulangkan ke tanah air karena terkendala biaya yang cukup besar.

Istri almarhum, Risma Sulastri (35), mengatakan suaminya berangkat ke Jepang pada Desember 2023 menggunakan visa turis. Pekerjaan tetap baru didapat pada akhir 2024 setelah sebelumnya hanya bekerja serabutan.

“Bulan Juli 2025 suami saya mulai mengeluh sakit kepala hebat. Karena statusnya over stay, ia kesulitan mendapat layanan medis. Alhamdulillah KBRI Tokyo dan relawan sempat membantu dengan perawatan, termasuk infus beberapa kali,” ujarnya, Jum’at (29/8/2025).

Iklan sevilage

Kondisi Ihsanudin memburuk pada 14 Agustus hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat masuk ICU dan didiagnosis mengalami TBC pembuluh darah. Sehari kemudian, ia menghembuskan napas terakhir di Kenritsu Chuo Hospital, Jepang.

Baca Juga
Polres Cianjur Ungkap Peredaran 14,8 Kg Ganja, Nilai Barang Bukti Capai Rp600 Juta
Berita · Berita terkait

Menurut Risma, biaya pemulangan jenazah mencapai Rp90 juta, di luar biaya penitipan jenazah yang dikenakan ¥10.000 per hari. Saat ini, keluarga masih membuka donasi hingga 1 September 2025.

“Waktu sakit sebenarnya suami saya ingin pulang, tapi aturan di sana untuk over stay cukup rumit. Akhirnya tidak sempat melapor ke Imigrasi Tokyo,” tuturnya.

Tenaga Analis Perlindungan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia Disnakertrans Cianjur, Raga Sugih Pangestu, membenarkan pihaknya sudah melayangkan surat permohonan bantuan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pada 6 Agustus 2025. Surat itu juga ditembuskan ke Bupati Cianjur, Kementerian P2MI, dan BP3MI Jawa Barat.

Baca Juga
Disdikpora Cianjur Klarifikasi Status Dua Remaja Terduga Tawuran: Bukan Lagi Siswa SMP
Berita · Berita terkait

“Ihsanudin berangkat dengan visa turis, bekerja serabutan, dan berstatus overstayer. Berdasarkan laporan dari KBRI Tokyo, beliau sempat dirawat di Ibaraki Prefectural Central Hospital dan didiagnosis positif TBC pembuluh darah,” jelasnya.

Biaya perawatan rumah sakit mencapai ¥400.000. Dari jumlah itu, donasi WNI dan bantuan KBRI berhasil menutup sebagian besar, menyisakan sekitar ¥38.000.

Kini, keluarga besar Ihsanudin bersama para WNI di Jepang masih berupaya menggalang dana untuk memulangkan jenazah ke tanah air.

Baca Juga
Pedagang Kelapa di Pasar Muka Cianjur Tewas Ditusuk Sesama Pedagang, Polisi Buru Pelaku
Berita · Berita terkait

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah melalui disnakertrans, berproses untuk membawa warga Cianjur ke tempat tinggalnya.

” Jadi memang itu rekan kita, saudara kita kesana, memang secara adminstratif surat-menyurat tidak sesuai yah, sudah berproses dari beberapa minggu yang lalu,” kata Bupati. ***

Editor: Dadan Suherman

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Fauzi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{