Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Kata Sineas Cianjur Tentang Film Kucumbu Tubuh Indahku

Terbit 28 Apr 2019 02:27 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Kata Sineas Cianjur Tentang Film Kucumbu Tubuh Indahku — Cianjur Update
Sineas asal Cianjur, Deden Mulyana

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ menjadi kontroversi di kalangan pecinta film dan masyarakat Indonesia. Banyak petisi bermunculan di media sosial untuk menentang dan memboikot film tersebut, agar tidak ditayangkan di Indonesia.

Melalui laman Change.org, petisi penentangan itu diberi judul “Gawat! Indonesia Sudah Mulai Memproduksi Film LGBT dengan Judul ‘Kucumbu Tubuh Indahku”.

Salah satu Sineas asal Cianjur, Deden Mulyana, buka suara tentang film itu. Ia berpendapat bahwa film tersebut memang menuai kontroversi, tetapi masih berisikan pesan moral di dalamnya.

Baca Juga
Atasi Kebakaran Gunung Gede-Pangrango, Polres Cianjur Modifikasi Alat Pemukul Gepyok
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

“Ya, memang film tersebut banyak menuai pro dan kontra, tergantung dari sudut pandang masing-masing. Kalau saya sih fine-fine aja, toh masih banyak pesan moral yang ada di film tersebut. Kembali ke sudut pandang yang nonton,” jelasnya saat diwawancara, Minggu (28/04/2019)

Deden menambahkan bahwa tindakan masyarakat memboikot film tersebut dinilai berlebihan. Hal itu karena film tidak sesederhana itu bisa tayang di bioskop.

“Ya kalau menurut saya sih berlebihan, karena film itu gak sembarang tayang, cuman tayang di bioskop dan cuman bisa di konsumsi org yang cukup umur,” kata dia.

Baca Juga
Diduga Hendak Tawuran, Tiga Pelajar SMK di Cianjur Diamankan
Berita · Berita terkait

“Kalau mau menentang mah, justru banyak tayangan sinetron di TV yang banyak menandung unsur negatifnya. Mirisnya bisa ditonton orang banyak tanpa batasan usia. Jadi gak ada alasan untuk mementang secara berlebihan,” tambahnya.

Sementara itu sang sutradara, Garin Nugroho, angkat suara mengenai petisi tersebut. Menurutnya, petisi yang dibuat untuk memboikot film itu, layaknya penghakiman sepihak masyarakat tanpa adanya musyawarah.

“Gejala ini menunjukkan media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme. Bagi saya, anarkisme masa tanpa proses dialog ini akan mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa,” demikian pernyataan tertulis Garin lewat akun Instagram-nya, @garin_fim, Kamis (25/4/2019). (ct1)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{