Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Jengkol dan Petai Indonesia Go Internasional, jadi Buruan Negara Asia hingga Eropa

Terbit 3 Sep 2021 01:12 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Jengkol dan Petai Indonesia Go Internasional, jadi Buruan Negara Asia hingga Eropa — Cianjur Update
INTERNASIONAL: Komoditas jengkol dan petani go Internasional, diburu berbagai negara Asia hingga Eropa. (Foto: SehatQ)

CIANJURUPDATE.COM, Jakarta – Siapa sangka, harum semerbak yang khas dari jengkol dan petai bisa go Internasional. Bahkan, jadi buruan sejumlah negara-negara di Asia hingga Eropa.

Ekspor kedua komoditas itu tahun ini terus mengalami peningkatan. Bahkan, sejumlah negara pun memburu hingga ke pelosok daerah untuk mendapatkan jengkol dan petai produksi petani Indonesia.

Alhasil, bertambahlah potensi ekspor komoditas pertanian RI dari berbagai pintu dagang di seluruh Indonesia. Salah satunya seperti yang terjadi di Sumatera Utara.

Iklan sevilage

Pada akhir Agustus lalu, Sumut mencatatkan sejarah baru ekspor perdana komoditas jengkol dan petai. Kedua komoditas tersebut dikirim untuk memenuhi permintaan pasar di Jepang.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto menjelaskan, ekspor jengkol dan petai itu, merupakan permintaan dari Jepang sendiri. Sehingga, eksportir di Sumatera Utara mengumpulkan jengkol dan petai dari petani khususnya di Kabupaten Karo.

Menurutnya, jengkol dan petai Indonesia diburu hingga pelosok daerah oleh Jepang, karena merupakan salah satu yang terbaik untuk dijadikan bahan baku es krim.

Baca Juga
Dari Sampah Jadi Karya, Warga Sukamanah Cugenang Butuh 2 Bulan Lukis Sosok KDM
Berita · Berita terkait

“Jepang sangat suka jengkol dan petai itu. Karena dibuat untuk campuran es krim. Jadi, Sangat menarik juga kan?. Selama ini, petai dan jengkol dinilai petani kita memiliki nilai lebih,” sebut Andi, Kamis (2/9/2021).

Dengan memiliki potensi ekspor yang baik, lanjut Andi, para petani di Kabupaten Karo meminta, ekspor jengkol dan petai dapat dilakukan secara rutin setiap bulannya. Tidak hanya untuk memenuhi permintaan dari Jepang, tapi juga negara-negara lainnya.

Andi mengatakan, berdasarkan sejarah ekspor di Sumatera Utara ini. Baru kali ini atau perdana ekspor jengkol dan petai dari Kabupaten Karo ke Jepang melalui Karantina Pertanian Belawan, Sabtu (28/8/2021) dengan nilai ekspor mencapai Rp339 juta.

“Belum ada, ini pertama kali kita kirim dari Sumatera Utara ini. Dengan eskportir ini membuka peluang usaha para petani kita, khususnya di Karo itu,” jelas Andi.

Jengkol dan Petai Indonesia Go Internasional

Andi menjelaskan, pihak Karantina Belawan memastikan agar jengkol dan petai ini, layak untuk masuk ke Jepang. Dengan terbebas dari hama penyakit dan kondisi komoditi ini sampai negara tujuan dalam keadaan segar.

Baca Juga
Cuaca Ekstrem, Damkar Cipanas Evakuasi Ular Sanca Hingga Empat Jam di Tebing Cimacan
Berita · Berita terkait

“Kita dari karantina sudutnya pandangnya, bagaimana komoditas jengkol dan petai, bisa masuk Jepang. Biar komoditas jengkol dan petai, harus memiliki syarat seperti ini loh. Supaya tidak ditolak, sudah dikirim sampai sana ditolak pula. Jangan sampai lah,” tutur Andi.

Andi mendorong para petani di Kabupaten Karo untuk terus mengali potensi tanaman yang mampu menembus pasar internasional. Apalagi, untuk jengkol dan petai belum ada budidaya tanaman khusus di daerah tersebut.

“Jengkol dan petai ini, belum menjadi budidaya tanaman hamparan (khusus). Hanya ditanam beberapa pohon saja di kebun. Jadi, bagaimana ke depannya, jengkol dan petai menjadi model budidaya khusus,” kata Andi.

Selain itu menurutnya, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahamyadi menginginkan, semua pihak untuk sama-sama meningkatkan potensi pertanian untuk di ekspor. Karena, untuk jengkol dan petai sendiri, sudah menjadi peluang usaha dan ekspor baru bagi petani di Kabupaten Karo.

“Kata eskportir jengkol dan petai untuk campura es krim. Kita tidak terpikir, es krim rasa jengkol. Tapi, ini menjadi kesempatan dan peluang kita lah,” ucap Andi.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Cianjur 2026 Sukses Gaet Ribuan Peserta, Dongkrak Potensi Daerah Hingga UMKM
Berita · Berita terkait

Seperti diketahui, pada Minggu (29/8/2021), sebanyak 4 ton jengkol dan petai asal Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara perdana di ekspor ke Jepang melalui Karantina Pertanian Belawan.

Tidak hanya ke Jepang, Kedua komoditas ini pun laris manis diburu di berbagai negara, dari Asia hingga Eropa. Bahkan, Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), aroma jengkol dan petai Indonesia pun semerbak hingga kawasan Timur Tengah.

Mengutip data BPS kedua komoditas ini masuk ke dalam kode HS 07089000, yakni sayuran polong-polongan lainnya, dikupas atau tidak serta segar atau didinginkan.

BPS mencatat, sepanjang tahun ini saja, komoditas tersebut telah diekspor seberat 522.875 ton ke berbagai negara di dunia hingga Juni 2021. Sementara itu, dari sisi nilai ekspornya sendiri tercatat mencapai US$755.658.(sis)

Sumber: viva.co.id

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{