Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Irigasi Tak Berfungsi, Petani di Ciranjang Udunan Sedot Air dari Sungai

Terbit 7 Jan 2022 14:01 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Irigasi Tak Berfungsi, Petani di Ciranjang Udunan Sedot Air dari Sungai — Cianjur Update
Seorang petani menunjukan irigasi tersier yang tak berfungsi. Foto: Sam Apip/Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Ciranjang – Sejumlah petani di beberapa kampung di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur mengeluhkan kondisi irigasi yang tak berfungsi.

Hal tersebut diduga karena banyaknya bangunan di bantaran Irigasi sekunder dan adanya bangunan yang menutup saluran irigasi tersier.

Akibatnya, petani di Kampung Pasir Dawuan, Sirnagalih, dan Bedahan Kulon setiap tanam kesulitan air meskipun masuk musim hujan.

Iklan sevilage

Tokoh masyarkat Desa Mekargalih yang juga petani setempat, Lukman ( 39) menerangkan, tak berfungsinya saluran irigasi tersier membentang dari Kampung Pasir Dawuan sampai Kampung Sirnagalih, melewati Kampung Bedahan.

Baca Juga
Mencari Makan hingga ke Jalan Raya, Seekor Lutung Tertabrak Truk di Ciranjang
Berita · Berita terkait

Dengan kondisi itu para petani tiap musim harus rela mengairi sawahnya dengan cara menyedot air dengan mesin diesel dari Sungai Ciranjang.

Alat sedot air untuk sawah yang digunakan petani.

Hal tersebut jelas membuat biaya operasional pertanian membengkak setiap musimnya karena sawah harus menggunakan mesin sedot air.

“Tidak berfungsinya irigasi tersier sudah cukup lama. Para petani mengairi sawahnya menyedot air dari kali Ciranjang dengan menggunakan mesin diesel, hingga biaya produksi pertanian bertambah,” tuturnya, Jumat (7/1/2022).

Saat ini ada tiga mesin sedot air yang merupakan hasil udunan para petani untuk mengairi sawah. Mereka pun harus udunan lagi untuk membeli bahan bakar mesin hingga ratusan ribu untuk penggunaan dua hari.

Baca Juga
Lutung Jawa Diduga Tertabrak di Ciranjang, Polres Cianjur Serahkan ke BKSDA Jabar untuk Rehabilitasi
Berita · Berita terkait

Ia mengatakan, kondisi irigasi tersier tersebut sudah dilaporkan pada instansi terkait, namun belum ada tindak lanjutnya.

Meskipun sekarang musim hujan, Lukman menuturkan para petani tetap saja harus menyedot air setiap dua hari sekali dari Sungai Ciranjang.

“Biarpun musim hujan tiap dua hari sekali masih nyedot air,” tutupnya.(asi/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{