“Indonesia Darurat, Cianjur Melarat”, PMII Cianjur Soroti Program MBG dan Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan
CIANJURUPDATE.COM – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Cianjur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, pada Senin sore, 15 Juni 2026.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam aksinya, mahasiswa mengusung tema “Indonesia Darurat, Cianjur Melarat, PMII Menggugat.”
Salah satu tuntutan yang paling disoroti mahasiswa yakni terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa mendesak pemerintah menghentikan program tersebut karena dinilai berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta rawan disalahgunakan.
BACA JUGA: Kantor DPRD Kabupaten Cianjur Dipenuhi Vandalisme Usai Demo Mahasiswa
Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah dinilai cukup menghambat proses pembelajaran. Ia mengaku tenaga pengajar harus ikut terlibat dalam proses pembagian makanan kepada ratusan siswa.
“Kita merasa kelelahan karena ratusan siswa harus kita kasih satu-satu. Betul tenaga pengajar? Jadi relevansinya itu di mana?” ujarnya saat berorasi.
Ia juga mempertanyakan keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“MBG tidak bisa dihentikan karena ketua partai, orang-orang partai, orang-orang politik, bahkan TNI/Polri memiliki dapur. Jadi di sini kita bertanya, siapa yang membutuhkan MBG, apakah para pejabat atau anak bangsa?” katanya.
Selain itu, peserta aksi lainnya menyebut program MBG berpotensi menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar. Ia menilai masih banyak ditemukan makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa sehingga menjadi persoalan tersendiri di sekolah.
BACA JUGA: Pengakuan Mahasiswa yang Dibanting Polisi saat Demo: Saya Masih Hidup Walaupun Sedikit Pegal
“Salah satu upaya menyejahterakan masyarakat atau siswa, tapi menjadi bumerang balik untuk tenaga pendidik. Karena apa? Program MBG ini menjadi penghalang, menjadi penghambat proses pembelajaran. Saya merupakan salah satu pengajar yang merasa bahwa program MBG ini menjadi salah satu penghambat program mengajar di sekolah-sekolah. Oleh sebab apa? Hal ini disebabkan oleh makanan di ompreng yang tidak habis oleh siswa,” ungkapnya.
Adapun lima tuntutan yang disampaikan PC PMII Kabupaten Cianjur dalam aksi tersebut yakni menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menolak kenaikan harga BBM, menolak Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), menolak segala bentuk dwifungsi aparat TNI dan Polri, serta mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Meski sempat terjadi ketegangan saat massa mencoba merangsek ke gerbang DPRD Kabupaten Cianjur, situasi akhirnya tetap kondusif dan massa membubarkan diri.***





















