Empat Warga Pagelaran Cianjur Alami Luka Akibat Serangan Babi Hutan
CIANJURUPDATE.COM — Empat warga Kampung Cilameta, Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, dilaporkan mengalami luka-luka setelah diserang seekor babi hutan saat sedang beraktivitas di lahan persawahan. Salah satu korban mengalami luka berat hingga mengakibatkan dua jari tangannya putus akibat gigitan hewan liar tersebut.
Peristiwa penyerangan tersebut dilaporkan mulai terjadi pada Rabu (10/6/2026) siang. Kejadian bermula saat korban bernama Misbah (64) sedang membersihkan rumput liar di ladangnya.
Secara tiba-tiba, seekor babi hutan berukuran tinggi sekitar 70 sentimeter menyerangnya. Selain diseruduk, korban juga mengalami luka gigitan di bagian tangan dan kaki, serta kehilangan dua jari tangan kirinya.
Setelah melakukan penyerangan pertama, babi hutan tersebut berpindah tempat dan menyerang korban kedua, Bahrudin (60), yang juga sedang bekerja di sawah. Bahrudin sempat melakukan perlawanan namun tetap mengalami luka gigitan di bagian kaki dan tangan.
Kepala Desa Bunijaya, Asep Mulyadi, mengonfirmasi bahwa hewan liar tersebut mengamuk di beberapa titik yang berbeda.
“Babi hutan itu tidak hanya mengamuk di satu lokasi tapi setelah menyerang satu warga, kemudian kabur dan pindah ke lokasi lainnya untuk menyerang lagi warga yang lain,” ujar Asep, Jumat (12/6/2026).
BACA JUGA: Diserang Delapan Ekor Anjing, Seorang Anak Alami Luka Serius di Campaka Cianjur
Selain dua warga lanjut usia tersebut, terdapat dua korban lain yang mengalami luka ringan akibat diseruduk oleh hewan yang sama, yaitu Asep Rohimat (30) dan Saepul (50).
“Total ada empat korban, dua luka berat sampai jarinya putus. Dan dua lagi luka ringan karena diseruduk babi hutan. Diduga babi hutannya yang sama, karena ciri-cirinya juga sama. Mulai dari ukuran hingga bentuk taringnya,” jelas Asep Mulyadi.
Asep menambahkan, insiden penyerangan terhadap manusia ini merupakan peristiwa pertama yang terjadi di wilayahnya. Sebelumnya, keberadaan kawanan babi hutan hanya merusak tanaman di area persawahan dan perkebunan warga.
“Kalau makan hasil kebuka warga sudah sering terjadi. Tapi kalau sampai menyerang warga, baru pertama kali,” tambahnya.
Keempat korban saat ini sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di rumah masing-masing setelah sebelumnya mendapatkan tindakan medis di RSUD Pagelaran.
“Awalnya mau dirujuk, tapi korban memilih untuk rawat jalan setelah ditangani di RSUD Pagelaran. Kondisinya mulai membaik,” kata Asep.
BACA JUGA: Warga Panik, Babi Hutan Masuk Masjid di Cikalong Cianjur
Pemerintah Desa Bunijaya kini telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memburu babi hutan tersebut, mengingat warga Kampung Cilameta merasa khawatir untuk kembali beraktivitas di ladang dan sawah mereka.
“Saya sudah bersurat ke beberapa instansi agar segera menangkap babi hutan tersebut. Karena warga jadi takut untuk sekadar ke sawah. Takutnya babi hutan itu muncul lagi dan menyerang dengan lebih ganas atau mungkin bergerombol nyerangnya,” tutur Kepala Desa.
Merespons peristiwa ini, Polsek Pagelaran meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang memiliki lahan pertanian yang berbatasan langsung dengan area hutan.
Kapolsek Pagelaran, IPTU Budi Rustandi, mengingatkan warga agar segera melaporkan setiap temuan satwa liar yang dinilai membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat bekerja di kebun dekat hutan. Apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian,” pungkas IPTU Budi Rustandi.***





















