Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Empat Kecamatan di Cianjur Berada di Lintasan Sesar Cimandiri

Terbit 19 Apr 2021 11:18 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Empat Kecamatan di Cianjur Berada di Lintasan Sesar Cimandiri — Cianjur Update
SESAR CIMARINDI: Kabupaten Cianjur ternyata menjadi daerah yang berada dalam lintasan Lempeng Sesar Cimandiri.(Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Empat kecamatan di Kabupaten Cianjur ternyata menjadi daerah yang berada dalam lintasan Lempeng Sesar Cimandiri. Keempatnya yakni Kecamatan Campaka, Cibeber, Bojongpicung, dan Haurwangi.

Untuk diketahui, Lempeng Sesar Cimandiri merupakan sesar atau patahan geser aktif yang terletak di bagian barat dari provinsi Jawa Barat.

Sesar ini memanjang mulai dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi, lalu mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.

Iklan sevilage

Sesar ini mengalami pertemuan dengan Sesar Lembang di wilayah Padalarang dan Sesar Baribis di Subang. Sebagai sesar aktif, sesar Cimandiri bergerak dengan kecepatan gesera 4-6 mm per tahun.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan mengatakan, patahan Cimandiri ini bertemu degan patahan di Padalarang dan juga Sesar Lembang.

“Ini melintasi empat kecamatan di Kabupaten Cianjur, yakni Campaka, Cibeber, Bojongpicung dan Haurwangi. Nantinya bersambung di Padalarang lalu Sesar Lembang,” tutur dia kepada Cianjur Update, Senin (19/4/2021).

Baca Juga
Cianjur Karate Championship 2026 Diikuti 1.327 Peserta, Juara Pertama Berpeluang Dapat Beasiswa
Berita · Berita terkait

Paling Aktif

Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, secara garis besar sumber gempa-gempa di Jawa.

Termasuk Jawa Barat terdiri dari dua sumber yaitu dari Subduksi Selatan Jawa serta gempa-gempa yang berpusat di daratan yang di sebut Sesar atau Patahan.

“Sesar-sesar yang sudah teridentifikasi dengan baik diantaranya Sesar Citarik, Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Garsela serta Sesar Baribis,” tutur dia.

Dari sekian sesar yang ada di Jawa Barat, Sesar Cimandiri merupakan sesar yang paling aktif.

“Ini terbukti dari tingginya frekuensi gempa yang dihasilkan oleh Sesar Cimandiri ini. Puluhan gempa bumi terdeteksi dengan baik oleh jaringan seismograph BMKG,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, angkanya bisa mencapai ratusan dalam setiap tahunnya. Sesar Cimandiri membentang mulai dari Teluk Pelabuhanratu-Sukabumi-Cianjur dan berujung di Wilayah Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

“Sesar Cimandiri terbagi bagi menjadi beberapa segmen dan banyak pemukiman, sekolah, perkantoran serta aktivitas perekonomian di wilayah-wilayah tersebut,” jelas dia.

Teguh menyebut, karena fenomena gempa bumi sampai saat ini belum dapat dipredikasi kapan dan berapa besar kekuatannya yang akan terjadi. Maka dari itu, mitigasinyanya adalah bisa secara struktural maupun nonstruktural.

“Mitigasi struktural untuk bangunan atau insfrastuktur yang harus mengikuti building code dari dinas terkait,” kata dia.

Sedangkan, kata Teguh, mitigasi nonstruktural adalah dengan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di sekitar sesar ini.

Warga harus mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat ataupun sesudah gempa bumi,l

“Saat silence seperti sekarang, maka kenali lingkungan dimana kita berada. Di rumah, di sekolah, di kantor, kemana arah evakuasi yang akan dituju jika tiba-tiba terjadi gempa bumi. Serta apa yang harus dilakukan saat merasakan guncangan,” jelas dia.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

Riwayat Gempa Sesar Cimandiri

Dari sejarah kegempaan yang disebabkan oleh sesar ini, sudah beberapa kali terjadi gempa yang dirasakan dengan magnitudo yang bervariasi.

“Berdasarkan catatan sejarah kegempaan di Jawa Barat, pada tahun 1844 tepatnya 15 Februari wilayah Cianjur diguncang gempa bumi dengan skala MMI VII -VIII,” kata dia.

Kemudian, 14 Januari 1900, Sukabumi diguncang gempa bumi dengan skala MMI mencapai skala VII. 15 Desember 1910 wilayah Rajamandala juga diguncang gempabumi dengan skala MMI mencapai VI.

“Pada 11 Februari 1969 wilayah Sukabumi juga diguncang gempabumi dengan magnitudo 5.4 dengan kedalaman 57 kilometer dan dirasakan V MMI,” jelas dia.

Kemudian tahun 1982 tepatnya 10 Februari, Sukabumi diguncang gempabumi dengan magnitudo 5 5 dengan kedalaman 25 km dan dirasakan VI-VII MMI di Sukabumi dan Bogor.

“7 Desember 2000, Sesar Cimandiri juga memperlihatkan aktivitasnya dengan merelease gempabumi 5.1 dengan kedalaman 33 km dan dirasakan V-VI MMI hampir di seluruh wilayah Sukabumi. Menimbulkan kerusakan pada bangunan baik rusak berat hingga ringan,” tandasnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{