Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Ditunjuk Jadi Supplier Tunggal, Bulog Cianjur Ngaku Keberatan

Terbit 19 Feb 2020 02:43 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Ditunjuk Jadi Supplier Tunggal, Bulog Cianjur Ngaku Keberatan — Cianjur Update

Cianjur Update,Cianjur – Bulog Subdivre Cianjur mengaku keberatan soal penunjukan sebagai supplier tunggal oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur dalam Program Bantuan Sembako 2020. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Agus Siswantoro.

Ia membenarkan adanya arahan dari Dinsos kepada Bulog untuk menjadi supplier tunggal. Hal iu dilakukan saat Pertemuan Dinsos dengan Agen E-Warong serta TKSK di Aula Kejaksaan negeri Cianjur, Kamis (13/2/2020) lalu.

“Jadi memang kan waktu rapat di kejaksaan kan seperti itu, E-Warong ngambil berasnya ke Bulog. Sebenarnya saya tuh komplain ke Dinsos, kenapa kok di Cianjur itu satu-satunya yang dikedepankan itu Bulog. Aneh itu bagi saya,” ucapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa
(18/2/2020).

Iklan sevilage

Menurutnya, penunjukkan Bulog dianggap sebagai cara instan untuk merapikan sejumlah permasalahan khususnya komoditi beras. Akan tetapi bertentangan dengan aturan di Pedoman Umum (Pedum).

“Jadi ada kesan ingin merapikan kadang kan kualitas itu tidak merata. Jadi, dipilihlah Bulog karena dianggap lebih mengerti soal beras, Kita tidak masalah, namun sudah kita ingatkan kalau ini bertabrakan dengan pedum” papar Agus.

Baca Juga
KDM Tanggapi Tawuran Pelajar di Cilaku Cianjur, Siapkan Pembinaan Barak Militer
Berita · Berita terkait

Ia mengungkapkan, soal penunjukan ini bukan kehendak Bulog sendiri. Melainkan hanya berupa arahan dari Dinsos dan Forkopimda.

“Jadi itu bukan kehendak kita untuk meminta ditunjuk karena saya gak tahu ada usul dari mana dan ada pembahasan apa di atas, “jelasnya.

Dirinya mengatakan, penunjukkan Bulog ini adalah niat baik dari Forkopimda dalam mengevaluasi program bantuan sembako. Namun menjadi blunder karena bertentangan dengan Pedum.

“Jadi niatnya baik agar ada kontrol kualitas. Mungkin dari Forkoimda sama Dinsos udah pusing ngurusin masalah program ini, jadi dilemparkan ke Bulog. Cuma jadi blunder karena bertabrakan dengan pedum,” ucap Agus.

Baca Juga
Perkuat Kemitraan Antar Koperasi, Dekopinda Cianjur Temu Bisnis Pengusaha dan Lembaga Keuangan
Berita · Berita terkait

Dinsos Mengelak

Kepala Dinsos Cianjur, Ahmad Mutawali, berdalih penunjukan ini berdasarkan surat edaran Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Hal itu diungkapkannya saat ditemui di Pendopo Cianjur usai audiensi dengan massa yang berdemo

“Jadi di bulan September, ada yang menyatakan surat edaran mensos bahwa berasnya harus disiapkan oleh Bulog. Maka pada saat itu lah harus mulai bermitra dengan Bulog,” ucap Mutawali.

Ia mengatakan bahwa agen E-Warong bebas memilih hanya untuk komoditas selain beras. Sementara beras tetap harus dari Bulog.

“Memang bebas untuk komoditas lain silakan saja ke mana. Kalau misalnya selama ini beras harus dengan Bulog, ya berasnya dari Bulog,” tuturnya.

Pernyataan Kepala Dinsos Cianjur dapat bertentangan dengan pedum program bantuan sembako 2020. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Kasub Dit Bantuan Stimulan dan Penataan Lingkungan Kemensos, Endang Nuriani.

Baca Juga
Soal Konflik Antarpelajar di Cianjur, Pemda Dorong Kolaborasi Semua Lini
Berita · Berita terkait

Ja mengatakan surat edaran dari Kemensos terkait Bulog sebagai penyedia beras hanya berupa imbauan, bukan bersifat mutlak.

“Kalau dari kami, prinsipnya program ini siapapun bisa menjadi penyalur. Kalau kemarin memang ada surat edaran dari Kemensos soal Bulog sebagai salah satu penyedia. Itu kan bersifat imbauan. Boleh diikuti atau tidak,”
jelasnya.

Dirinya menegaskan, tidak boleh ada pemaksaan dan ancaman kepada agen bila tidak memilih bekerjasama dengan Bulog.

“Jadi sebelumnya pernah ada pertemuan dengan dinas, agen
dan KPM. Saat itu ada yang bertanya apakah boleh jika bekerja sama dengan non-Bulog? Kami tegakan boleh bila ada alasan kuat. Jadi tidak boleh ada ancaman, pembinaan boleh tapi ancaman tidak boleh,” pungkasnya.(arm)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{