Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Dijadikan Wisata Religi, Ini Dia Makam Keramat Keturunan Bupati Pertama Cianjur, Setiap yang Ziarah Dapat Keutamaan Apa?

Terbit 27 Jun 2024 07:49 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
Dijadikan Wisata Religi, Ini Dia Makam Keramat Keturunan Bupati Pertama Cianjur, Setiap yang Ziarah Dapat Keutamaan Apa? — Cianjur Update
Makam Keramat Raden Arya Cikundul Cianjur. (Foto: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia)

CIANJURUPDATE.COM – Di Cianjur ada makam keramat yang dijadikan wisata religi untuk banyak orang yang ingin berziarah ke tempat tersebut.

Makam keramat tersebut merupakan makam keturunan Bupati Cianjur pertama yakni Raden Arya Cikundul yang dijadikan wisata religi oleh banyak orang.

Makam keramat Raden Arya Kidul terletak di puncak Gunung Cijagan, Kampung Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur dan setiap tahun banyak warga yang datang untuk ziarah.

Iklan sevilage

Menurut silsilah, Raden Arya Kidul adalah putra keempat dari Bupati Cianjur pertama, Raden Adipati Aria Wiratanudatar I, dan cicit dari Dalem Wangsa Goparana, putra Sunan Wanasari, tokoh penyebar Islam di wilayah Subang.

Semasa hidupnya, Raden Arya Kidul berperan penting dalam melanjutkan syiar agama Islam yang dimulai oleh ayahandanya.

Pada abad ke-17, beliau meneruskan jejak ayahnya dengan menyebarkan ajaran Islam ke daerah Cianjur Selatan hingga Parangtritis.

Syekh Syarif Hidayatullah, atau lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, pernah meminta beliau mencari tempat yang baik untuk bermukim dan melanjutkan dakwah Islam.

Baca Juga
Sejumlah Massa Sweeping Kafe dan THM di Cianjur, Soroti Miras dan Dugaan Aktivitas LGBT
Berita · Berita terkait

Selain memiliki peran dalam syiar agama, Raden Arya Kidul juga berperan penting dalam pemerintahan ayahnya.

Beliau dipercaya sebagai utusan untuk menghadap Sultan Agung, penguasa Kerajaan Mataram, yang saat itu merupakan kerajaan terkuat di Pulau Jawa.

Beliau bertugas membawa surat dari Cianjur ke Mataram, menunjukkan peran pentingnya dalam diplomasi dan pemerintahan.

Makam Raden Arya Kidul sering dikunjungi oleh peziarah, terutama pada malam hari. Menurut Haji Asep, setiap bulan sekitar 5.000 peziarah datang untuk bersilaturahmi ke makam ini.

Jumlah ini akan meningkat menjelang hari-hari besar keagamaan dalam Islam. Banyak pejabat dan tokoh penting yang berziarah ke makam ini, meskipun identitas mereka seringkali dirahasiakan.

Mereka yang datang biasanya mencari berkah atau menyampaikan hajat-hajat tertentu, dan banyak yang mengaku mendapatkan apa yang mereka inginkan setelah berziarah ke makam ini.

Baca Juga
Chaeronsyah Pimpin IJTI Cianjur, Siap Bangun Jurnalis Kredibel
Berita · Berita terkait

Makam Raden Arya Kidul juga dikenal dengan berbagai cerita mistis yang menyelimutinya. Beberapa peziarah mengaku melihat penampakan-penampakan makhluk aneh yang sekejap muncul dan menghilang.

Ada juga cerita tentang ular besar dan makhluk hitam yang sering muncul di sekitar makam. Meskipun banyak yang merasakan pengalaman mistis ini, semuanya kembali kepada keyakinan masing-masing.

Salah satu cerita menarik adalah tentang seorang peziarah yang melihat kodok besar saat berziarah. Kodok tersebut konon sebesar baki dan hanya terlihat oleh peziarah tersebut.

Selain itu, ada juga cerita tentang wangi harum yang tiba-tiba muncul saat sedang berziarah, yang diyakini sebagai tanda bahwa doa mereka akan dikabulkan oleh Tuhan.

Di sekitar makam terdapat dua pohon tua, yaitu pohon kamboja dan pohon asem, yang usianya sudah ratusan tahun.

Kedua pohon ini dianggap angker dan dipercaya dihuni oleh makhluk halus penjaga kawasan makam. Banyak yang percaya bahwa kehadiran pohon-pohon ini menambah kesakralan tempat tersebut.

Makam Raden Arya Kidul juga memiliki sebuah batu besar yang tidak biasa. Konon, batu ini sudah beberapa kali diturunkan namun selalu kembali ke tempatnya semula meskipun tidak ada yang mengangkatnya.

Baca Juga
Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Ketenagalistrikan, PLN Cianjur Edukasi Warga tentang Penggunaan Listrik yang Aman
Berita · Berita terkait

Keberadaan batu ini masih menjadi misteri hingga kini. Bupati Cianjur pada tahun 1977 pernah mencoba memindahkan batu ini, namun batu tersebut selalu kembali ke tempat asalnya.

Perjuangan Raden Arya Kidul tidak bisa dipisahkan dari perjuangan ayahnya, Raden Adipati Aria Wiratanudatar I, yang berhasil menyatukan enam wilayah di Tatar Sunda menjadi Kabupaten Cianjur yang berdiri sendiri meskipun masih di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram Islam.

Makam ini menjadi situs nasional yang ditemukan pada abad ke-17, ketika wilayah ini masih berupa hutan belantara. Kini, makam ini dapat diakses dengan mudah, bahkan mobil bisa mencapai halaman makam.

Komplek makam Raden Arya Kidul yang berada di puncak bukit menawarkan suasana yang asri dan menenangkan. Tempat ini sangat cocok untuk berdoa dan bertafakur dalam kesunyian, memuji kebesaran Tuhan.

Keindahan alam sekitar makam menambah kenyamanan bagi para peziarah yang datang untuk mencari berkah dan kedamaian.

Dengan segala keunikan dan cerita mistis yang mengelilinginya, makam Raden Arya Kidul menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi di Cianjur, Jawa Barat.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{