Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Diduga Keracunan MBG, Balita di Cianjur Meninggal Akibat Syok Septik

Terbit 25 Apr 2026 15:09 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Diduga Keracunan MBG, Balita di Cianjur Meninggal Akibat Syok Septik — Cianjur Update
Syok septik adalah stadium paling parah dari sepsis, yaitu kondisi darurat medis di mana infeksi telah menyebar luas dan menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh. Foto: ilustrasi

CIANJURUPDATE.COM — Seorang balita berusia dua tahun berinisial MAB, warga Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/4/2026) sore. Pasien tersebut diduga menjadi korban keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (14/4).

Sebelum meninggal dunia di RSUD Pagelaran, korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Leles. Namun, akibat kondisi kesehatan yang terus menurun, pihak puskesmas merujuk balita tersebut ke RSUD Pagelaran pada Rabu (22/4) sekitar pukul 16.30 WIB.

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irvan Nur Fauzi, membenarkan bahwa korban tiba di unit gawat darurat (UGD) dalam kondisi kritis dan membutuhkan tindakan medis segera.

Iklan sevilage

“Pasien balita ini merupakan rujukan dari Puskesmas Leles, tiba di IGD langsung mendapatkan penanganan karena kondisinya tidak stabil, lemas, pusing, dan tangan serta kaki bengkak,” kata Irfan, Sabtu (25/4).

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

Setelah menerima penanganan medis intensif selama kurang lebih 12 jam, nyawa pasien tidak tertolong. Berdasarkan pemeriksaan medis, penyebab utama kematian adalah syok septik yang berkaitan dengan komplikasi gangguan pencernaan.

“Hanya sekitar 12 jam dari pertama tiba di IGD, pasien meninggal dunia. Diagnosisnya syok septik. Karena, sejak awal penangan pasien juga ada riwayat diare,” jelas Irvan.

Kasus yang menimpa MAB ini merupakan bagian dari insiden keracunan massal yang melibatkan 134 anak di Kecamatan Leles. Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, menyatakan bahwa laporan mengenai gejala keracunan sudah masuk sejak awal pekan lalu.

“Keluhan sudah muncul sejak Senin sore, tetapi masih sedikit. Mulai meningkat pada Kamis dan Jumat, hingga total tercatat 134 orang yang sudah mendapatkan penanganan,” tutur Tedi belum lama ini.

Baca Juga
Ratusan Massa Gelar Aksi Tolak LGBT, Datangi Tiga Kafe di Cianjur
Berita · Berita terkait

Sebelum penanganan medis dipusatkan di puskesmas, sebagian korban sempat diberikan pertolongan pertama di aula kantor desa setempat. Tedi mencatat, dari ratusan anak yang terdampak, dua di antaranya mengalami gejala paling berat hingga memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit.

“Dari ratusan pasien, dua orang pasien di antaranya dalam kondisi buruk. Sehingga, harus mendapatkan penanganan intensi. Bahkan, ada yang harus dirujuk ke RSUD Pagelaran,” pungkasnya.***

Editor: Indra Arfiandi 

 

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{